

Jl. Plawa No.50, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
CALL US 24/7
(+62-851-7424-6249)
Tersalin!Partner Pembayaran
© 2026 HAK CIPTA CINCHY.
scroll for more! ⟶
Cinchy Blog / Tumpek Krulut: Hari Kasih Sayang Khas Bali yang Sarat Makna
Diterbitkan: 27 Jul 2026

By Syahrial Maulana Sudarto
Travel Enthusiast

Jawaban Cepat
“What is Tumpek Krulut?”
Tumpek Krulut is a sacred Balinese Hindu celebration often known as Bali’s Valentine’s Day. Unlike modern Valentine’s Day, which focuses mainly on romantic relationships, Tumpek Krulut celebrates universal love, harmony, gratitude, and appreciation through spirituality, traditional music, and Balinese culture.
Gratis Pembatalan
Dukungan 24/7
Asuransi
Tanggal Mulai - Tanggal Selesai
Waktu Mulai
Waktu Selesai
Durasi
0 Hari
Poin Penting:
Tumpek Krulut adalah hari raya umat Hindu Bali yang didedikasikan untuk merayakan kasih sayang, keharmonisan, serta hubungan spiritual antara manusia, alam, dan seni.
Hari Raya Tumpek Krulut diperingati setiap 210 hari sekali berdasarkan Kalender Pawukon, sehingga menjadi salah satu hari suci yang penting dalam rangkaian upacara keagamaan umat Hindu di Bali.
Berbeda dengan perayaan yang hanya berfokus pada cinta romantis, Tumpek Krulut memiliki makna yang jauh lebih luas.
Kata Krulut sendiri erat kaitannya dengan konsep kasih sayang, kelembutan hati, serta ikatan emosional yang membawa keharmonisan dalam kehidupan.
Bagi masyarakat Hindu Bali, kasih sayang bukan hanya ditujukan kepada pasangan, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap keluarga, masyarakat, alam, budaya, hingga berbagai bentuk kesenian yang diwariskan secara turun-temurun.
Karena filosofi inilah, Tumpek Krulut kerap dikenal sebagai Hari Kasih Sayang umat Hindu Bali atau Bali's Valentine's Day.
Tumpek Krulut sering disebut sebagai Hari Kasih Sayang versi Bali karena mengajarkan makna cinta yang lebih mendalam dan bersifat spiritual, bukan sekadar hubungan romantis.
Jika Valentine's Day identik dengan memberi hadiah atau mengungkapkan rasa cinta kepada pasangan, maka Tumpek Krulut mengajak setiap orang untuk menumbuhkan kasih sayang kepada sesama manusia, alam, budaya, dan Sang Hyang Widhi Wasa.
Jika Anda masih ragu tentang langkah selanjutnya, jangan khawatir — kami siap membantu menjawab semua pertanyaan dan kekhawatiran Anda.
Tumpek Krulut is a Balinese Hindu holy day that celebrates universal love, compassion, harmony, and appreciation for traditional arts, particularly gamelan music.
It is often compared to Valentine's Day because it celebrates love. However, Tumpek Krulut emphasizes love for family, community, nature, culture, and God rather than only romantic relationships.
Tumpek Krulut is celebrated every 210 days on Saniscara (Saturday) Kliwon, Wuku Krulut according to the Balinese Pawukon calendar.
Yes. Visitors are welcome to observe many ceremonies respectfully by wearing appropriate clothing, following local customs, and avoiding disruptions during prayers.
Renting a scooter gives you the flexibility to visit temples, traditional villages, and cultural sites at your own pace. If you're staying in Seminyak or arriving via Bali Airport, having a scooter ready upon arrival makes it much easier to experience multiple locations in a single day.
Perbedaan utama keduanya terletak pada makna cinta yang dirayakan.
| Valentine’s Day | Tumpek Krulut |
| Berfokus pada hubungan romantis | Merayakan kasih sayang yang bersifat universal |
| Identik dengan hadiah dan ungkapan cinta | Dirayakan melalui persembahyangan, banten, dan tradisi keagamaan |
| Tradisi modern yang dikenal di berbagai negara | Hari raya umat Hindu Bali yang telah diwariskan sejak lama |
| Umumnya dirayakan oleh pasangan | Menghormati hubungan manusia dengan sesama, alam, seni, dan Tuhan |
Filosofi yang terkandung dalam Tumpek Krulut mencerminkan salah satu nilai paling penting dalam budaya Bali, yaitu menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara manusia, alam, dan aspek spiritual.
Nilai tersebut juga sejalan dengan konsep Tri Hita Karana, sebuah filosofi hidup masyarakat Bali yang menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, serta manusia dengan lingkungan.
Secara spiritual, Tumpek Krulut menjadi momen untuk mengungkapkan rasa syukur, menjaga keharmonisan hidup, sekaligus menghormati keindahan suara suci dan kesenian tradisional Bali.
Pada hari suci ini, umat Hindu Bali memuja Dewa Iswara, yaitu salah satu manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berkaitan dengan kesucian, kreativitas, dan suara-suara sakral.
Dalam berbagai upacara Hindu Bali, suara memiliki makna yang sangat penting.
Musik tradisional, khususnya gamelan Bali, bukan hanya berfungsi sebagai pengiring pertunjukan, tetapi juga menjadi media spiritual yang mengiringi berbagai prosesi keagamaan.
Oleh karena itu, Tumpek Krulut juga dikenal sebagai hari yang tepat untuk memberikan penghormatan kepada seni pertunjukan tradisional Bali yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Perayaan Tumpek Krulut dilakukan melalui persembahyangan, menghaturkan banten, serta berbagai ritual yang berkaitan dengan seni tradisional, khususnya gamelan.
Rangkaian Upacara Tumpek Krulut umumnya dilaksanakan di pura, rumah, maupun balai banjar yang menjadi pusat kegiatan masyarakat di berbagai wilayah Bali.
Gamelan memperoleh penghormatan khusus karena dipercaya sebagai sarana suci yang menghubungkan manusia dengan nilai-nilai spiritual dalam setiap upacara keagamaan.
Pada Hari Raya Tumpek Krulut, masyarakat Bali biasanya menghaturkan banten, melakukan ritual penyucian, serta memanjatkan doa sebagai bentuk penghormatan kepada perangkat gamelan yang digunakan dalam berbagai upacara adat dan keagamaan.
Dalam kehidupan masyarakat Bali, gamelan memiliki peran yang sangat penting. Alat musik tradisional ini hampir selalu hadir dalam berbagai prosesi di pura, pertunjukan tari Bali, hingga beragam ritual keagamaan lainnya.
Selain menjadi bagian dari kekayaan budaya, gamelan juga menjadi simbol bagaimana seni dan spiritualitas berjalan berdampingan dalam kehidupan masyarakat Hindu Bali.
Tumpek Krulut diperingati setiap 210 hari sekali, tepatnya pada Saniscara (Sabtu) Kliwon, Wuku Krulut dalam sistem Kalender Pawukon Bali.
Berbeda dengan kalender Masehi yang digunakan di banyak negara, masyarakat Bali memiliki sistem penanggalan tradisional yang unik, yaitu perpaduan antara Kalender Saka dan Kalender Pawukon.
Kalender Pawukon sendiri memiliki siklus selama 210 hari yang terbagi ke dalam beberapa wuku dan siklus pekan. Karena menggunakan sistem ini, Hari Raya Tumpek Krulut tidak selalu jatuh pada tanggal yang sama setiap tahunnya dalam kalender Masehi.
Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan berbagai festival budaya Bali, memahami kalender tradisional Bali menjadi hal yang penting.
Sebab, hampir seluruh upacara adat dan hari raya umat Hindu di Bali mengikuti perhitungan Kalender Pawukon, bukan kalender tahunan biasa.
Mengetahui jadwal Tumpek Krulut sejak jauh hari juga membantu Anda merencanakan perjalanan dengan lebih baik, terutama jika ingin menyaksikan prosesi keagamaan, kegiatan di pura, atau pertunjukan seni tradisional yang berlangsung selama perayaan.

Wisatawan dapat menyaksikan Tumpek Krulut dengan menghormati jalannya upacara, mengunjungi kawasan budaya, serta mempelajari tradisi masyarakat Bali tanpa mengganggu prosesi keagamaan yang sedang berlangsung.
Meskipun Tumpek Krulut merupakan hari suci umat Hindu Bali, wisatawan tetap diperbolehkan untuk menyaksikan berbagai rangkaian kegiatannya selama bersikap sopan dan menghormati adat setempat.
Bali dikenal sebagai destinasi yang terbuka terhadap wisatawan dari berbagai negara. Banyak tradisi dan upacara adat yang dapat disaksikan secara langsung, sehingga menjadi pengalaman budaya yang berkesan bagi para pengunjung.
Dibandingkan hanya mengunjungi pantai atau tempat wisata populer, menyaksikan langsung Upacara Tumpek Krulut memberikan kesempatan untuk mengenal sisi lain Bali yang kaya akan nilai spiritual, budaya, dan tradisi.
Perayaan Tumpek Krulut dapat dijumpai di berbagai pura, desa adat, maupun pusat kegiatan budaya yang menyelenggarakan rangkaian upacara keagamaan.
Beberapa lokasi yang berpotensi menggelar perayaan Tumpek Krulut antara lain:
Setiap daerah di Bali memiliki tradisi yang sedikit berbeda dalam merayakan Tumpek Krulut.
Karena itu, pengalaman yang Anda temui di satu wilayah bisa saja berbeda dengan daerah lainnya.
Perlu diingat bahwa Tumpek Krulut merupakan hari raya keagamaan, bukan atraksi wisata.
Oleh karena itu, menjaga sikap selama mengikuti atau menyaksikan jalannya upacara merupakan bentuk penghormatan terhadap masyarakat setempat.
Tumpek Krulut tetap memiliki makna penting karena mengajarkan bahwa kasih sayang tidak hanya ditujukan kepada pasangan, tetapi juga kepada keluarga, masyarakat, budaya, alam, dan Tuhan.
Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, tradisi yang telah diwariskan selama ratusan tahun ini tetap mengingatkan masyarakat akan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal.
Alih-alih merayakan cinta melalui hadiah atau materi, Tumpek Krulut mengajak setiap orang untuk mempererat hubungan dengan keluarga, sahabat, lingkungan sekitar, serta menjaga keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.
Perayaan ini juga menunjukkan komitmen masyarakat Bali dalam melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Musik tradisional, upacara di pura, hingga berbagai adat istiadat tetap dijaga agar dapat terus dinikmati oleh generasi berikutnya.
Bagi wisatawan, menyaksikan Hari Raya Tumpek Krulut bukan hanya memberikan pengalaman wisata budaya yang berbeda, tetapi juga membuka pemahaman mengenai filosofi hidup masyarakat Bali yang menjunjung tinggi keseimbangan dan keharmonisan.

Jika ingin menyaksikan Upacara Tumpek Krulut atau upacara adat lainnya, pastikan Anda menghormati norma yang berlaku, mengenakan pakaian yang sopan, serta mengikuti aturan yang diterapkan oleh masyarakat setempat.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
Saat memasuki area pura, pengunjung diwajibkan mengenakan pakaian yang sopan. Pada banyak pura di Bali, penggunaan kain kamen (sarung) dan selendang merupakan bagian dari aturan yang harus dipatuhi.
Prosesi keagamaan merupakan momen yang sakral bagi umat Hindu Bali. Hindari berjalan di depan orang yang sedang bersembahyang, berbicara dengan suara keras, atau menghalangi jalannya ritual.
Mengabadikan momen selama berada di kawasan budaya memang diperbolehkan di banyak tempat. Namun, sebaiknya tetap meminta izin terlebih dahulu apabila ingin memotret peserta upacara atau prosesi keagamaan.
Apabila pengurus pura atau warga setempat memberikan arahan tertentu, ikutilah petunjuk tersebut agar pengalaman Anda tetap berjalan dengan nyaman sekaligus menghormati adat yang berlaku.

Explore Bali with scooter
Menggunakan motor menjadi salah satu cara paling praktis untuk mengunjungi berbagai lokasi budaya, pura, hingga desa adat yang menggelar perayaan Tumpek Krulut.
Banyak destinasi budaya di Bali berada di luar kawasan wisata utama dan belum sepenuhnya terjangkau transportasi umum.
Dengan menyewa motor, Anda memiliki keleluasaan untuk mengatur rute perjalanan sendiri tanpa bergantung pada jadwal kendaraan umum.
Bagi wisatawan yang menginap di Seminyak atau baru tiba melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, memilih layanan sewa motor yang tepercaya akan membuat perjalanan terasa jauh lebih praktis sejak hari pertama.
Melalui Cinchy, Anda bisa mendapatkan motor yang selalu dirawat secara rutin sehingga tetap nyaman dan aman digunakan selama menjelajahi berbagai destinasi budaya di Bali.
Selain pilihan unit yang beragam, proses pemesanannya juga mudah sehingga Anda bisa langsung menikmati perjalanan tanpa harus melalui proses yang berbelit.
Cinchy menawarkan pengalaman sewa motor yang praktis, aman, dan nyaman sehingga Anda bisa lebih fokus menikmati perjalanan selama berada di Bali.
Baik Anda ingin mengunjungi pura, desa adat, maupun berbagai destinasi budaya saat Tumpek Krulut, menggunakan motor yang prima tentu akan membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan.
Beberapa alasan mengapa banyak wisatawan memilih Cinchy antara lain:
Cinchy menyediakan dua kategori motor yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan perjalanan yang berbeda, mulai dari mobilitas harian di dalam kota hingga perjalanan jarak jauh mengelilingi Bali.
Apa pun rencana perjalanan Anda selama di Bali, Cinchy menawarkan pilihan motor yang dapat disesuaikan dengan gaya berkendara, kenyamanan, dan anggaran yang dimiliki.
Kategori Compact cocok bagi Anda yang mencari motor yang praktis, irit, dan nyaman digunakan untuk menjelajahi berbagai destinasi populer di Bali.
Kategori ini terdiri dari:
Harga sewanya mulai dari:
Motor pada kategori Compact menjadi pilihan ideal bagi solo traveler maupun pasangan yang ingin berkeliling kawasan seperti Seminyak, Canggu, Kuta, hingga berbagai destinasi wisata di sekitarnya.
Jika Anda mengutamakan kenyamanan saat berkendara atau berencana menempuh perjalanan yang lebih jauh, kategori Comfort bisa menjadi pilihan yang tepat.
Kategori ini terdiri dari:
Harga sewanya mulai dari:
Dengan ruang berkendara yang lebih lega serta performa yang lebih nyaman, kategori Comfort sangat cocok untuk perjalanan menuju Ubud, Uluwatu, maupun destinasi lain yang berjarak cukup jauh dari pusat kota.
Renting a scooter from Cinchy is a simple online process that can be completed in just a few minutes before you arrive in Bali.

Tumpek Krulut bukan sekadar Hari Kasih Sayang versi Bali, tetapi juga menjadi simbol keharmonisan, rasa syukur, dan kekayaan budaya yang masih terus dijaga hingga saat ini.
Apabila waktu liburan Anda bertepatan dengan perayaan Tumpek Krulut, jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan langsung salah satu tradisi paling bermakna dalam budaya Bali.
Dengan menghormati adat dan masyarakat setempat, Anda akan memperoleh pengalaman wisata budaya yang jauh lebih berkesan dibandingkan sekadar mengunjungi tempat-tempat wisata populer.
Agar perjalanan semakin praktis, pesan motor Anda lebih awal bersama Cinchy.
Pilih Kategori Compact atau Kategori Comfort sesuai kebutuhan, nikmati layanan antar dan jemput di Seminyak maupun Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, lalu mulai jelajahi Bali dengan lebih leluasa sejak hari pertama.