

Jl. Plawa No.50, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
CALL US 24/7
(+62-851-7424-6249)
Tersalin!Partner Pembayaran
© 2026 HAK CIPTA CINCHY.
scroll for more! ⟶
Cinchy Blog / Acara di Bali Bulan Agustus 2026 - Apa yang Baru?
Diterbitkan: 28 Jul 2026

By Syahrial Maulana Sudarto
Travel Enthusiast

Jawaban Cepat
“What’s new in Bali for August 2026?”
If you're planning a trip to Bali this August, you're in for one of the island's liveliest months. Bali events in August 2026 range from sacred Hindu ceremonies and traditional buffalo races to international jazz festivals and beach parties, giving travelers plenty of reasons to explore beyond Bali's famous beaches.
Gratis Pembatalan
Dukungan 24/7
Asuransi
Tanggal Mulai - Tanggal Selesai
Waktu Mulai
Waktu Selesai
Durasi
0 Hari
Poin Penting:
Selain cuaca yang cerah, bulan Agustus juga dikenal sebagai salah satu periode paling ramai dalam kalender event Bali.
Hampir setiap minggu selalu ada kegiatan menarik yang bisa diikuti wisatawan, baik berupa festival budaya Bali, pertunjukan seni, festival musik, hingga tradisi keagamaan yang hanya berlangsung pada waktu-waktu tertentu.
Kalau Anda sedang menyusun itinerary liburan atau mencari event Bali Agustus 2026 yang layak dikunjungi, berikut daftar acara yang patut masuk dalam rencana perjalanan Anda.

Tumpek Krulut merupakan salah satu hari suci yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Bali. Banyak orang mengenalnya sebagai "Hari Valentine-nya Bali", tetapi sebenarnya makna perayaan ini jauh lebih luas daripada sekadar ungkapan kasih sayang.
Dalam tradisi Hindu Bali, Tumpek Krulut menjadi momentum untuk memperkuat rasa cinta kasih, kepedulian, keharmonisan, dan rasa syukur kepada sesama manusia, alam, serta Sang Pencipta.
Istilah Krulut berasal dari bahasa Kawi, yaitu lulut, yang bermakna kasih sayang, kebahagiaan, serta kehangatan hati. Pada hari inilah umat Hindu Bali memuja Dewa Iswara, manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang melambangkan keindahan, harmoni, dan suara-suara suci.
Salah satu tradisi yang paling menarik dalam Tumpek Krulut adalah prosesi penyucian alat musik. Karena itu, hari raya ini juga dikenal sebagai Odalan Gong atau Otonan Gamelan.
Perangkat gamelan, gong, hingga berbagai alat musik tradisional lainnya akan dibersihkan, dihias dengan sesajen, lalu diperciki tirta sebagai bentuk penyucian.
Ritual tersebut dipercaya dapat menghadirkan taksu, yaitu energi spiritual yang membuat alat musik menghasilkan suara yang indah, membawa ketenangan, sekaligus menghadirkan aura positif saat digunakan mengiringi upacara keagamaan.
Menariknya, di era modern beberapa seniman juga turut mendoakan alat musik nontradisional seperti gitar, biola, hingga piano. Hal ini menunjukkan bagaimana budaya Bali tetap berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisinya.
Apabila Anda menginap di Ubud atau desa-desa adat lainnya, sejak pagi hari biasanya sudah terdengar alunan gamelan dari berbagai penjuru desa. Musik yang dimainkan bukan pertunjukan wisata, melainkan bagian dari rangkaian ritual yang memang dijalankan oleh masyarakat setempat.
Di banyak banjar, juga dilaksanakan prosesi mewinten, yaitu upacara inisiasi bagi anak-anak maupun remaja yang baru mulai menekuni seni tari atau tabuh gamelan. Tradisi ini menjadi simbol komitmen spiritual mereka dalam menempuh jalan sebagai seniman Bali.
Beberapa pemerintah daerah, terutama di Kota Denpasar, biasanya turut menyelenggarakan pertunjukan tari, konser gamelan, maupun pagelaran seni sebagai bagian dari perayaan Tumpek Krulut.
Wisatawan dipersilakan menyaksikan acara tersebut selama tetap menghormati jalannya upacara adat.

Credit: Google Maps - Ubud Village Jazz Festival
Kalau Anda pencinta musik jazz, Ubud Village Jazz Festival (UVJF) menjadi salah satu acara di Bali bulan Agustus 2026 yang tidak boleh dilewatkan.
Berbeda dari banyak festival musik lain yang menggabungkan berbagai genre demi menarik pasar yang lebih luas, UVJF tetap konsisten menghadirkan pertunjukan jazz murni. Konsistensi inilah yang membuat festival ini mendapat reputasi sebagai salah satu festival jazz paling bergengsi di Asia.
Pada penyelenggaraan edisi ke-13 tahun 2026, UVJF diperkirakan menghadirkan sekitar 100 musisi dari berbagai negara, mulai dari Indonesia, Jepang, Prancis, Italia, Belanda, Thailand, Vietnam, Singapura, Nepal, Amerika Serikat, hingga berbagai musisi jazz internasional lainnya.
Lokasinya yang berada di tepi sungai menjadi daya tarik tersendiri.
Bayangkan menikmati alunan musik jazz di tengah rimbunnya pepohonan tropis Ubud, ditemani udara sore yang sejuk dan suasana alam yang menenangkan. Pengalaman seperti ini sulit ditemukan di festival musik lainnya.
Pertunjukan dibagi ke dalam tiga panggung berbeda sehingga penonton bisa berpindah dari satu penampilan ke penampilan lainnya dengan mudah. Jarak antara musisi dan penonton pun dibuat cukup dekat sehingga suasana terasa lebih hangat dan akrab.
Tak jarang, para musisi melakukan improvisasi secara spontan atau mengadakan jam session yang menjadi salah satu momen paling ditunggu setiap tahunnya.
Selain menyuguhkan musik berkualitas, UVJF juga dikenal sebagai festival yang ramah lingkungan. Penyelenggara secara aktif mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menerapkan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab selama acara berlangsung.
Jika Anda sudah berada di Bali beberapa hari sebelumnya, ada satu acara pemanasan yang juga menarik untuk dikunjungi, yaitu Ubud Village Jazz Festival by the Sea.
Acara pra-festival ini digelar pada Rabu, 5 Agustus 2026 di Reef Beach Club, The Apurva Kempinski Bali, Nusa Dua. Konsepnya memadukan pertunjukan jazz dengan suasana pantai, sehingga menghadirkan pengalaman yang berbeda dibandingkan festival utama di Ubud.
Konser biasanya dimulai sekitar pukul 16.00–16.30 WITA, sehingga Anda masih punya banyak waktu untuk menjelajahi Ubud pada siang hari sebelum menikmati pertunjukan musik saat sore menjelang malam.
Pengunjung dapat memilih tiket harian maupun tiket dua hari penuh sesuai kebutuhan. Tiket resmi umumnya tersedia melalui platform penjualan yang bekerja sama dengan pihak penyelenggara.

Credit: lovebali.baliprov.go.id
Di antara berbagai festival budaya Bali yang berlangsung sepanjang Agustus, Makepung menawarkan pengalaman yang benar-benar berbeda.
Tradisi balap kerbau khas Jembrana ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali Barat selama lebih dari satu abad. Awalnya, Makepung lahir dari kebiasaan para petani yang saling mengadu kecepatan kerbau setelah selesai mengolah sawah.
Seiring waktu, tradisi sederhana tersebut berkembang menjadi kompetisi resmi yang kini dikenal sebagai salah satu ikon budaya Kabupaten Jembrana.
Nama Makepung sendiri berasal dari bahasa lokal yang berarti "saling mengejar", sesuai dengan konsep perlombaannya.
Berbeda dengan balapan kerbau di daerah lain yang hanya mengutamakan siapa paling cepat mencapai garis akhir, Makepung menggunakan sistem penilaian yang unik.
Dua pasang kerbau akan berlomba secara bersamaan di lintasan tanah berbentuk huruf U sepanjang sekitar satu hingga dua kilometer.
Tim yang berada di depan dinyatakan menang apabila mampu mempertahankan jarak lebih dari sepuluh meter hingga garis finis. Sebaliknya, tim yang berada di belakang justru bisa menjadi pemenang apabila berhasil memperkecil jarak menjadi kurang dari sepuluh meter.
Sistem ini membuat hasil perlombaan sering kali baru bisa dipastikan pada detik-detik terakhir.
Sebelum perlombaan dimulai, para pengunjung juga dapat menikmati atraksi lain yang tak kalah menarik.
Setiap pasangan kerbau dihias dengan ornamen tradisional yang sangat indah. Tanduknya dipasangi hiasan berukir berwarna emas yang dikenal sebagai rumbing, sementara para joki berdiri di atas cikar, yaitu kereta kayu khusus yang dirancang untuk meluncur di lintasan tanah.
Begitu perlombaan dimulai, suasana langsung berubah menjadi sangat meriah.
Debu beterbangan, sorak-sorai ribuan penonton memenuhi arena, sementara para joki dengan penuh keterampilan mengendalikan kerbaunya agar tetap melaju sekencang mungkin hingga garis akhir.
Karena balapan dimulai sekitar pukul 07.30–08.00 WITA, sebaiknya Anda datang lebih pagi agar mendapatkan posisi menonton yang nyaman sekaligus menikmati suasana sebelum arena dipadati penonton.
Apabila belum sempat menyaksikan seri utama ini, Anda masih memiliki kesempatan melihat Makepung Jembrana Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung di sirkuit yang sama pada 23 Agustus 2026. Event tersebut menjadi alternatif menarik bagi wisatawan yang baru tiba di Bali pada paruh kedua bulan Agustus.

Credit: Instagram @dinaskominfojembrana
Kalau Anda ingin melihat sisi Bali yang berbeda dari kawasan wisata populer di selatan pulau, Jembrana Cultural Parade layak masuk ke dalam daftar acara di Bali bulan Agustus 2026 yang wajib dikunjungi.
Pawai budaya ini merupakan bagian dari rangkaian Semarak Jembrana yang sekaligus memperingati tiga momen penting, yaitu HUT ke-131 Kota Negara, HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali.
Sebagai kabupaten yang berada di ujung barat Pulau Bali, Jembrana memiliki karakter budaya yang unik.
Kedekatannya dengan Pulau Jawa membuat wilayah ini berkembang dengan perpaduan budaya Bali, Jawa, Melayu, hingga tradisi Islam yang hidup berdampingan secara harmonis.
Keberagaman tersebut menjadi tema utama dalam pawai budaya yang setiap tahunnya melibatkan ribuan seniman dari sembilan kecamatan di Kabupaten Jembrana.
Salah satu atraksi yang paling dinanti adalah Parade Miniatur Makepung.
Berbagai replika cikar Makepung dihias dengan ukiran khas Bali Barat berwarna emas dan diarak di sepanjang jalan utama Kota Negara.
Para peserta mengenakan busana tradisional petani Jembrana lengkap dengan atribut khas para joki Makepung.
Tak kalah menarik adalah penampilan Gamelan Jegog, alat musik bambu raksasa yang menjadi identitas budaya Jembrana.
Berbeda dengan gamelan berbahan logam yang umum dijumpai di Bali Selatan, Jegog menghasilkan dentuman bass yang sangat dalam dan kuat. Suaranya mampu menggetarkan jalanan sehingga menciptakan suasana parade yang begitu khas.
Sepanjang rute pawai, pengunjung juga dapat menyaksikan Tari Mekepung Kolosal. Ratusan penari menampilkan gerakan dinamis yang terinspirasi dari ketangkasan kerbau dan para kusir saat berlomba di arena Makepung.
Keunikan lain dari festival ini adalah hadirnya berbagai pertunjukan lintas budaya.
Mulai dari Hadrah Rebana yang dibawakan komunitas Melayu Loloan, demonstrasi pencak silat, hingga penampilan kelompok seni tamu dari luar Bali turut meramaikan kemeriahan festival.
Selama rangkaian acara berlangsung, kawasan Kota Negara juga dipenuhi pameran UMKM, bazar kuliner khas Bali Barat, pertunjukan musik, hingga berbagai permainan tradisional yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga.
Pawai budaya biasanya dimulai sekitar pukul 14.00 WITA, sehingga Anda disarankan datang lebih awal apabila ingin mendapatkan posisi terbaik untuk menyaksikan jalannya parade.
Menariknya lagi, seluruh rangkaian pawai budaya ini tidak dipungut biaya, sehingga siapa pun bisa menikmati salah satu festival budaya Bali paling autentik di wilayah barat Pulau Dewata.

atlas beach club - credits: @atlasbeachclub
Bagi Anda yang lebih menyukai hiburan modern, 4th Anniversary Atlas Beach Club menjadi salah satu event Bali Agustus 2026 yang paling dinanti.
Perayaan ulang tahun keempat beach club terbesar di dunia ini dipastikan berlangsung meriah dengan menghadirkan OFFSET, rapper internasional asal Amerika Serikat sekaligus mantan personel grup hip-hop Migos.
Penampilan OFFSET diperkirakan menjadi magnet utama yang menarik ribuan pengunjung dari berbagai negara untuk berkumpul di Pantai Berawa.
Tak hanya menghadirkan musisi kelas dunia, Atlas Beach Club juga menyiapkan produksi panggung berskala festival internasional.
Area outdoor akan dipenuhi layar LED berukuran besar, tata cahaya modern, efek laser, hingga sistem suara berstandar internasional yang siap menghadirkan pengalaman pesta pantai yang spektakuler.
Acara dimulai sejak pukul 13.00 WITA dan berlangsung hingga larut malam.
Sebelum konser utama dimulai, pengunjung dapat menikmati suasana Pantai Berawa, bersantai di tepi kolam renang infinity, atau menikmati matahari terbenam yang menjadi salah satu daya tarik kawasan ini.
Tiket General Admission biasanya dijual secara bertahap, dimulai dari kategori Super Early Bird sebelum harganya meningkat mendekati hari penyelenggaraan.
Bagi Anda yang ingin menikmati acara dengan lebih nyaman, sebaiknya melakukan reservasi sofa atau daybed jauh-jauh hari karena kapasitasnya cukup terbatas.
Perlu diperhatikan bahwa tiket masuk reguler umumnya belum termasuk makanan maupun minuman, serta acara ini hanya dapat dihadiri oleh pengunjung berusia 16 tahun ke atas.

Kalau berbicara tentang festival budaya Bali, Tanah Lot Art and Food Festival selalu menjadi salah satu agenda yang paling menarik.
Diselenggarakan di kawasan wisata Tanah Lot yang terkenal dengan pura di atas batu karang, festival ini memadukan seni pertunjukan, kuliner tradisional, budaya lokal, hingga pemberdayaan UMKM dalam satu rangkaian acara.
Festival yang masuk dalam kalender resmi pariwisata Bali ini juga menjadi salah satu upaya untuk mendorong pariwisata berkelanjutan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Tabanan kepada wisatawan.
Salah satu pertunjukan yang paling ditunggu adalah Tari Kolosal Rejang Sandat Ratu Segara.
Sekitar 1.800 penari perempuan mengenakan busana bernuansa putih dan hijau tampil bersama di sepanjang pesisir Tanah Lot sebagai bentuk penghormatan kepada Ratu Segara.
Pertunjukan megah tersebut bahkan pernah memperoleh penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Tak kalah menarik adalah Parade Gebogan Tradisional.
Barisan perempuan dari desa adat sekitar Tanah Lot berjalan membawa gebogan yang tersusun dari buah-buahan, bunga, dan jajanan tradisional di atas kepala mereka. Prosesi ini menjadi salah satu momen favorit wisatawan untuk mengabadikan foto.
Memasuki sore hingga malam hari, panggung utama akan diisi berbagai pertunjukan tari Bali, drama tari tradisional, musik pop Bali, hingga penampilan musisi lokal yang membuat suasana festival semakin semarak.
Bagi pencinta kuliner, festival ini juga menawarkan pengalaman yang sayang untuk dilewatkan.
Berbagai makanan khas Tabanan yang kini mulai sulit ditemukan kembali dihadirkan, seperti Ayam Serapah, Lindung Serapah, hingga Penyon, yang dimasak menggunakan resep turun-temurun.
Selain itu, tersedia pula aneka jajanan tradisional seperti Jaja Rengas, Serebet, dan klepon yang diproduksi langsung oleh pelaku UMKM setempat.
Kalau Anda ingin mengenal cita rasa kuliner Bali yang lebih autentik, festival ini menjadi tempat yang tepat untuk memulainya.

Credit: Instagram @bulelengfestival
Menjelang akhir bulan, giliran Bali Utara yang menjadi pusat perhatian melalui Buleleng Festival atau yang lebih dikenal sebagai Bulfest.
Pada penyelenggaraan tahun 2026, festival ini mengangkat tema "Samsara: The Cycle of the Titik Mula (Titik Awal)", yang menggambarkan siklus kehidupan sekaligus pentingnya menjaga kesinambungan antara warisan budaya masa lalu dengan generasi masa depan.
Festival dipusatkan di kawasan Titik Nol Kota Singaraja dan Gedung Kesenian Gde Manik.
Selama enam hari penyelenggaraan, lebih dari 1.000 seniman, perajin, dan komunitas budaya dari seluruh Kabupaten Buleleng turut berpartisipasi dalam berbagai pertunjukan.
Karakter seni Buleleng sendiri cukup berbeda dibandingkan wilayah Bali Selatan.
Tarian dan musiknya dikenal memiliki tempo yang lebih cepat, gerakan yang lebih dinamis, serta ekspresi yang kuat sehingga memberikan pengalaman budaya yang berbeda bagi para pengunjung.
Beberapa pertunjukan yang bisa disaksikan antara lain Wayang Wong Tejakula, Tari Trunajaya, kompetisi musik bambu, hingga peragaan busana yang menampilkan kain tenun khas Bali Utara.
Festival dibuka dengan parade budaya di sepanjang jalan utama Kota Singaraja yang dipenuhi kostum tradisional, kendaraan hias, serta pertunjukan seni dari berbagai komunitas.
Tak hanya itu, area festival juga diramaikan ratusan stan UMKM yang menjual kerajinan tangan, kain tenun, hingga kuliner khas Singaraja, termasuk Siobak Singaraja yang sudah sangat terkenal.
Saat malam tiba, suasana berubah menjadi lebih meriah dengan konser musik yang menghadirkan musisi Bali maupun penyanyi nasional.
Dengan rangkaian acara yang berlangsung sejak pagi hingga sekitar pukul 22.00 WITA, Buleleng Festival menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi tempat wisata di Bali bulan Agustus sambil menikmati kekayaan budaya khas Bali Utara.

Credit: Instagram @maybankmarathon
Kalau Anda menyukai olahraga atau ingin merasakan atmosfer event internasional selama liburan, Maybank Marathon adalah salah satu acara di Bali bulan Agustus 2026 yang patut masuk dalam itinerary.
Ajang ini bukan sekadar lomba lari biasa. Maybank Marathon merupakan salah satu marathon paling bergengsi di Asia Tenggara dan menjadi satu-satunya marathon di Indonesia yang mengantongi sertifikasi World Athletics Elite Label.
Berkat standar penyelenggaraannya yang tinggi dan lintasan yang telah tersertifikasi internasional, event ini juga diakui sebagai bagian dari Abbott World Marathon Majors (WMM) Wanda Age Group World Rankings.
Setiap tahunnya, sekitar 15.000 pelari dari berbagai negara datang ke Bali untuk mengikuti kompetisi ini.
Pilihan kategorinya pun cukup beragam sehingga bisa diikuti oleh peserta dengan berbagai tingkat kemampuan, yaitu:
Salah satu daya tarik terbesar Maybank Marathon adalah rute perlombaannya.
Alih-alih melintasi kawasan perkotaan yang padat, para pelari akan melewati jalan-jalan pedesaan di Gianyar yang dikelilingi hamparan sawah hijau, udara pagi yang segar, serta suasana khas Bali yang masih asri.
Yang membuat pengalaman ini semakin berkesan adalah dukungan masyarakat lokal.
Sepanjang lintasan, warga setempat berdiri di tepi jalan mengenakan pakaian adat Bali sambil memberikan semangat kepada para peserta. Iringan musik gamelan yang dimainkan secara langsung pun menciptakan suasana yang tidak akan Anda temukan di marathon lain.
Keseruan Maybank Marathon sebenarnya sudah dimulai sejak dua hari sebelum perlombaan.
Pada 21–22 Agustus 2026, peserta dapat mengambil race pack di Race Central. Area ini juga diramaikan oleh pameran perlengkapan olahraga, bazar kuliner, berbagai booth dari brand olahraga ternama, hingga hiburan yang bisa dinikmati pengunjung.
Sementara itu, pada hari perlombaan, panitia juga menyediakan layanan shuttle bus dari beberapa titik keberangkatan menuju lokasi start sehingga memudahkan mobilitas para peserta.
Meski tidak ikut berlari, menyaksikan ribuan pelari berlomba di salah satu marathon terbaik di Asia tetap menjadi pengalaman yang menarik selama berada di Bali.
Untuk Anda yang mau “pemanasan” sebelum ikut acara ini, berikut beberapa jogging track di Bali yang bisa Anda kunjungi:
6 Spot Tempat Jogging di Seminyak, Bali Paling Menarik
7 Rekomendasi Tempat Jogging di Canggu, Bali Terbaik
4 Rekomendasi Jogging Track di Sanur dengan View Indah
Jogging Track Prapat Beris: Daya Tarik, Aktivitas & Lokasi

Bagi masyarakat Bali, menerbangkan layang-layang bukan sekadar permainan atau hiburan musiman. Di balik tradisi tersebut tersimpan nilai spiritual yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Karena itulah Denpasar Kite Festival menjadi salah satu festival budaya Bali yang selalu dinantikan setiap musim kemarau.
Festival ini merupakan bentuk ungkapan syukur kepada Dewa Rare Angon, manifestasi Dewa Siwa yang dipercaya sebagai pelindung para petani, penggembala, sekaligus penguasa angin.
Waktu penyelenggaraannya pun bukan tanpa alasan.
Festival layang-layang di Bali selalu digelar saat musim angin timur bertiup stabil, sehingga kondisi angin sangat ideal untuk menerbangkan layang-layang berukuran raksasa.
Ratusan banjar dari berbagai daerah di Bali akan berkumpul di Pantai Mertasari untuk berkompetisi membawa layang-layang terbaik hasil karya mereka.
Ada tiga jenis layang-layang tradisional yang paling sering diperlombakan.
Bebean memiliki bentuk menyerupai ikan dan terkenal dengan gerakannya yang anggun saat mengikuti arah angin.
Janggan menjadi ikon utama festival. Bentuknya menyerupai naga suci dengan ekor kain yang bisa mencapai lebih dari 100 meter, sehingga proses menerbangkannya membutuhkan kerja sama puluhan orang.
Sementara itu, Pecukan memiliki bentuk menyerupai daun melengkung dengan karakter terbang yang jauh lebih sulit dikendalikan. Dibutuhkan keahlian khusus agar layang-layang ini tetap stabil di udara.
Mengunjungi festival ini terasa seperti menyaksikan perpaduan antara kompetisi olahraga, pesta rakyat, dan upacara budaya dalam satu waktu.
Setiap kali sebuah tim berhasil menerbangkan layang-layangnya dengan sempurna, rombongan penabuh Gamelan Baleganjur akan memainkan irama penuh semangat untuk merayakan keberhasilan tersebut.
Tak hanya diikuti peserta lokal, festival ini juga kerap mengundang komunitas layang-layang dari berbagai negara.
Beberapa di antaranya menampilkan layang-layang modern berukuran raksasa hingga atraksi night kite flying, yaitu pertunjukan layang-layang berhias lampu yang menciptakan pemandangan spektakuler setelah matahari terbenam.
Bagi Anda yang hobi fotografi, sore hari menjadi waktu terbaik untuk berkunjung. Langit Sanur yang dipenuhi ratusan layang-layang warna-warni menghadirkan panorama yang sangat fotogenik.

Mengunjungi berbagai acara di Bali bulan Agustus 2026 tentu akan lebih nyaman jika Anda memiliki kendaraan sendiri.
Dengan motor, Anda bisa lebih leluasa berpindah dari Ubud ke Tabanan, melanjutkan perjalanan ke Jembrana, atau mengeksplorasi Bali Utara tanpa harus menyesuaikan jadwal transportasi.
Cinchy hadir sebagai solusi rental motor yang praktis untuk menemani perjalanan Anda selama di Bali.
Seluruh unit motor selalu mendapatkan perawatan rutin sehingga tetap nyaman dan aman digunakan, baik untuk perjalanan singkat di dalam kota maupun road trip mengelilingi Pulau Bali.
Pilihan motornya pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan Anda.
Kategori Compact (Honda Scoopy, Yamaha Fazzio, Honda Vario)
Kategori Comfort (Honda PCX, Yamaha NMAX)
Proses penyewaannya juga sangat mudah. Anda hanya perlu menyiapkan:
Agar perjalanan semakin praktis, Cinchy juga menyediakan layanan antar dan jemput motor ke Bandara Ngurah Rai. Jadi, Anda bisa langsung melanjutkan perjalanan begitu tiba di Pulau Dewata.
Untuk perlindungan selama berkendara, tersedia dua pilihan asuransi, yaitu Basic Coverage dan Full Coverage.
Full Coverage memberikan perlindungan tanpa biaya deductible untuk kerusakan yang ditanggung maupun kehilangan kendaraan. Sementara Basic Coverage membantu menanggung biaya perbaikan untuk kerusakan dengan nilai tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
Perlu diketahui bahwa kerusakan akibat kelalaian pengguna, cedera pribadi, maupun kerugian terhadap pihak ketiga tidak termasuk dalam cakupan perlindungan.
Didukung layanan pelanggan 24 jam, Cinchy siap membantu Anda menikmati perjalanan yang lebih nyaman selama menjelajahi berbagai event menarik di Bali.
👉 Sewa motor di Cinchy sekarang, pesan lebih awal dan hemat 5% dengan kode promo EARLY5!
Jika Anda masih ragu tentang langkah selanjutnya, jangan khawatir — kami siap membantu menjawab semua pertanyaan dan kekhawatiran Anda.
Yes. August falls during Bali's dry season, offering sunny weather that's ideal for sightseeing, outdoor festivals, cultural events, and beach activities.
Tumpek Krulut is one of the most authentic cultural experiences, while the Tanah Lot Art and Food Festival offers an excellent combination of traditional performances and local cuisine.
Many cultural festivals, parades, and religious celebrations are free. However, concerts, music festivals, sporting events, and beach club celebrations usually require paid admission.
Yes. Popular events such as the Ubud Village Jazz Festival, Atlas Beach Club Anniversary, and Maybank Marathon often sell out well before the event dates.
Renting a scooter is one of the most convenient ways to explore different parts of Bali, especially if you're planning to attend multiple events across the island.