

Jl. Plawa No.50, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
CALL US 24/7
(+62-851-7424-6249)
Tersalin!Partner Pembayaran
© 2026 HAK CIPTA CINCHY.
scroll for more! ⟶
Cinchy Blog / 12 Minuman Khas Bali yang Wajib Dicoba
Diterbitkan: 13 Sep 2026

By Syahrial Maulana Sudarto
Travel Enthusiast

Jawaban Cepat
“What local and traditional drinks in Bali should I try?”
Balinese drinks range from refreshing coconut-based beverages such as Es Kuwut and Es Bir to herbal drinks, Kintamani coffee, and traditional alcoholic beverages such as Arak Bali, Tuak, and Brem. Many use local ingredients such as coconut, palm sugar, tamarind, glutinous rice, and herbs, reflecting Bali's tropical environment and culinary traditions.
Gratis Pembatalan
Dukungan 24/7
Asuransi
Tanggal Mulai - Tanggal Selesai
Waktu Mulai
Waktu Selesai
Durasi
0 Hari
Poin Penting:
Minuman khas Bali adalah berbagai jenis minuman lokal yang berkaitan dengan budaya kuliner dan kehidupan sehari-hari masyarakat Bali.
Jenisnya cukup beragam, mulai dari minuman es yang menyegarkan, minuman herbal tradisional, kopi, hingga minuman hasil fermentasi atau distilasi.
Sebagian minuman khas Bali dapat dengan mudah ditemukan di warung, restoran lokal, dan pasar tradisional.
Namun, beberapa lainnya memiliki keterkaitan yang lebih kuat dengan daerah tertentu.
Misalnya, Kintamani dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil kopi Arabika Bali, Penglipuran memiliki Loloh Cemcem, Tabanan dikenal dengan Es Waneng, sedangkan Singaraja dan Buleleng memiliki Es Ancruk sebagai salah satu minuman khas daerahnya.
Bagi wisatawan, mencoba minuman tradisional Bali juga menjadi cara sederhana untuk mengenal bahan-bahan lokal dan kekayaan kuliner Bali, bukan hanya melalui makanan khasnya.
Berikut beberapa minuman khas dan tradisional Bali yang menarik untuk Anda coba:
Es Kuwut merupakan salah satu minuman khas Bali yang sangat menyegarkan, terutama ketika dinikmati di tengah cuaca panas.
Minuman ini umumnya dibuat menggunakan daging kelapa muda, air kelapa, melon, biji selasih, perasan jeruk nipis, dan sirup melon.
Perpaduan tersebut menghasilkan rasa manis, sedikit asam, dan segar dengan tekstur yang beragam dari buah, kelapa, serta biji selasih.
Nama “kuwut” berkaitan dengan kelapa, sehingga kelapa muda menjadi salah satu bahan yang identik dengan minuman ini.
Perpaduan air kelapa, buah, es, dan citrus membuat Es Kuwut cocok diminum setelah Anda beraktivitas atau berkeliling Bali pada siang hari.
Minuman ini juga cukup mudah ditemukan di warung makan dan restoran lokal.
Cocok untuk: Anda yang mencari minuman tropis yang menyegarkan dengan perpaduan kelapa, buah, dan rasa citrus.
Es Daluman merupakan minuman tradisional Bali yang menggunakan cincau hijau dari daun daluman yang berkaitan dengan tanaman Cyclea barbata.
Cincau di dalamnya memiliki tekstur lembut dan sedikit kenyal dengan rasa yang cenderung ringan.
Biasanya, Es Daluman disajikan dingin bersama santan, sirup gula aren, dan es.
Berbeda dari minuman tropis yang lebih dominan menggunakan buah, Es Daluman memiliki karakter yang lebih creamy dan menyerupai minuman pencuci mulut.
Cincau hijau, santan, dan gula aren menghasilkan perpaduan rasa yang manis, gurih, creamy, sekaligus sedikit earthy.
Minuman khas Bali ini dapat ditemukan di berbagai warung, restoran lokal, dan penjual makanan di Bali.
Cocok untuk: Anda yang ingin mencoba minuman tradisional Bali dengan cita rasa manis, creamy, dan tekstur cincau yang lembut.
Es Gula Kintamani merupakan minuman es khas lokal yang dikaitkan dengan kawasan Kintamani, Bali.
Minuman ini menggunakan bahan-bahan bercita rasa manis dan disajikan dengan banyak es, sehingga cocok untuk menyegarkan diri di tengah iklim tropis Bali yang hangat.
Kintamani memang lebih dikenal secara internasional sebagai kawasan penghasil kopi, tetapi kuliner dan minuman lokal di daerah ini tidak hanya sebatas kopi.
Jika Anda menemukan Es Gula Kintamani saat menjelajahi kawasan tersebut, minuman ini dapat menjadi kesempatan untuk mengenal sisi lain dari minuman khas Bali yang belum terlalu populer di kalangan wisatawan.
Cocok untuk: Anda yang ingin menemukan minuman lokal Bali yang tidak hanya mengandalkan pilihan minuman yang sudah populer di kalangan wisatawan.
Kopi Bali merupakan salah satu minuman yang wajib dicoba oleh pencinta kopi ketika berkunjung ke Pulau Dewata.
Salah satu jenis yang paling dikenal adalah Kopi Arabika Kintamani, yang ditanam di kawasan dataran tinggi penghasil kopi di Bali.
Kopi Arabika Kintamani telah memiliki registrasi Geographical Indication sejak 2008, yang semakin memperkuat identitasnya sebagai produk kopi dari wilayah tersebut.
Tradisi menanam kopi di Bali juga tidak terlepas dari kondisi pertanian di kawasan dataran tingginya.
Bagi wisatawan, mengunjungi perkebunan kopi di kawasan Kintamani dapat memberikan pengalaman yang lebih lengkap daripada sekadar menikmati secangkir kopi.
Anda juga dapat menemukan Kopi Bali di kafe, restoran, pasar lokal, dan kedai kopi specialty di berbagai wilayah Bali.
Jika Anda menyukai kopi Indonesia, jangan menyamakan Kopi Bali dengan Kopi Luwak.
Keduanya merupakan produk yang berbeda, dan Kopi Kintamani sendiri memiliki identitas daerah serta karakter tersendiri.
Cocok untuk: Pencinta kopi yang ingin mencicipi kopi Arabika lokal sekaligus menikmati pengalaman kuliner di Bali.
Meskipun namanya mengandung kata “bir”, Es Bir bukanlah minuman bir beralkohol.
Es Bir merupakan minuman tradisional Bali yang tidak mengandung alkohol dan umumnya menggunakan kelapa muda sebagai bahan utama, kemudian disajikan bersama es.
Perasan jeruk nipis juga dapat ditambahkan untuk memberikan rasa asam yang lebih segar.
Hal ini membuat Es Bir menjadi salah satu minuman khas Bali yang cukup menarik bagi wisatawan, terutama karena namanya dapat menimbulkan salah paham.
Jadi, jika Anda melihat “Es Bir” di menu makanan atau minuman lokal Bali, jangan mengartikannya sebagai iced beer.
Minuman ini lebih tepat dipahami sebagai minuman berbahan dasar kelapa yang menyegarkan dan dapat dinikmati tanpa alkohol.
Cocok untuk: Anda yang ingin menikmati minuman non-alkohol yang menyegarkan sekaligus mencoba minuman lokal Bali dengan nama yang cukup unik.
Baca Juga:
40 Kafe Terbaik di Seminyak 2026 [+Maps]
40 Kafe Terbaik di Canggu 2026 [+Maps]
40 Kafe Terbaik di Sanur 2026 [+Maps]
40 Kafe Terbaik di Dekat dan di Ngurah Rai Airport 2026
Arak Bali merupakan minuman beralkohol tradisional khas Bali yang dibuat melalui proses fermentasi dan distilasi. Proses pembuatannya dapat berbeda berdasarkan bahan dan daerah asalnya, tetapi minuman ini telah lama menjadi bagian dari tradisi pembuatan minuman lokal di Bali.
Arak Bali bukan sekadar minuman beralkohol lokal. Pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan Arak Bali sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2022. Bali juga memiliki regulasi mengenai tata kelola minuman fermentasi dan/atau distilasi khas Bali yang diperkenalkan pada 2020.
Bagi wisatawan, Arak Bali sebaiknya dinikmati melalui produsen terpercaya, tempat yang sudah dikenal, atau establishment yang memiliki izin sesuai ketentuan. Dengan begitu, Anda dapat mengenal salah satu bagian dari warisan minuman tradisional Bali dengan lebih bertanggung jawab.
Peringatan alkohol: Arak Bali mengandung alkohol. Jangan pernah mengendarai motor setelah minum Arak Bali atau minuman beralkohol lainnya. Gunakan transportasi alternatif dan pastikan Anda benar-benar dalam kondisi sadar sebelum kembali mengendarai motor.
Cocok untuk: Anda yang tertarik mengenal minuman tradisional beralkohol dan warisan budaya Bali.
Tuak secara tradisional berkaitan dengan nira kelapa atau pohon lontar yang mengalami proses fermentasi.
Namun, istilah tuak dapat merujuk pada minuman dengan tingkat fermentasi yang berbeda.
Tuak Manis merujuk pada nira yang masih segar dan memiliki rasa manis sebelum mengalami fermentasi yang cukup untuk menghasilkan karakter alkohol.
Minuman ini memberikan gambaran tentang bagaimana bahan lokal seperti nira dapat diolah menjadi berbagai jenis minuman tradisional.
Seiring berlangsungnya fermentasi, rasa dan kandungan alkoholnya dapat berubah.
Karena itu, penting untuk membedakan antara nira segar yang manis dengan tuak yang sudah mengalami fermentasi.
Jika Anda menemukan Tuak Manis ketika mengikuti pengalaman kuliner lokal, Anda dapat menanyakan kepada penjual mengenai bahan dan proses pembuatannya, termasuk apakah minuman tersebut sudah mengalami fermentasi.
Hal ini akan membantu Anda memahami istilah minuman tradisional Bali yang mungkin belum familiar bagi wisatawan.
Peringatan alkohol: Tuak Manis yang masih segar tidak selalu sama dengan tuak yang sudah mengalami fermentasi dan mengandung alkohol. Tanyakan terlebih dahulu sebelum meminumnya, dan jangan pernah mengendarai motor setelah minum tuak yang mengandung alkohol.
Cocok untuk: Anda yang ingin mengenal budaya minuman berbahan dasar nira serta proses fermentasi tradisional Bali.
Brem Bali merupakan minuman tradisional Bali hasil fermentasi beras ketan.
Minuman ini perlu dibedakan dari brem padat yang dikenal sebagai makanan atau camilan khas dari beberapa daerah di Jawa.
Brem Bali dalam bentuk cair merupakan minuman tradisional dengan proses fermentasi dan latar budaya tersendiri.
Sebuah systematic review tahun 2026 dalam Journal of Ethnic Foods menjelaskan bahwa brem cair Bali merupakan minuman beras fermentasi yang berkaitan dengan praktik budaya, ritual, dan kehidupan sosial masyarakat.
Proses fermentasi menghasilkan karakter rasa yang dapat manis, asam, dan beralkohol. Karakter serta kualitasnya juga dapat dipengaruhi oleh kondisi selama proses fermentasi.
Bagi wisatawan yang ingin mencoba minuman beralkohol tradisional Bali, Brem menawarkan pengalaman yang berbeda dari Arak Bali.
Brem merupakan minuman hasil fermentasi beras, sedangkan Arak Bali merupakan minuman beralkohol yang melalui proses distilasi.
Peringatan alkohol: Brem Bali mengandung alkohol. Jangan mengendarai motor setelah minum Brem. Jika Anda berencana mencicipinya, siapkan transportasi alternatif untuk kembali ke tempat menginap.
Cocok untuk: Anda yang tertarik mencoba minuman fermentasi tradisional dan mengenal kekayaan kuliner Bali.
Loloh Cemcem merupakan minuman herbal tradisional Bali yang sangat identik dengan Desa Penglipuran di Bangli.
Minuman ini dibuat menggunakan daun cemcem dan memiliki cita rasa herbal yang khas.
Rasanya dapat terasa manis, asam, asin, atau sedikit pedas, tergantung pada racikan yang digunakan.
Berbeda dari Es Kuwut yang lebih menonjolkan rasa buah dan kelapa, Loloh Cemcem merupakan salah satu contoh minuman herbal Bali yang secara tradisional dikenal sebagai loloh.
Cita rasanya yang unik membuat minuman ini menarik bagi wisatawan yang ingin mencicipi minuman lokal selain minuman tropis yang lebih umum.
Penglipuran sendiri merupakan salah satu desa tradisional Bali yang terkenal.
Karena itu, mencoba Loloh Cemcem ketika menjelajahi kawasan Bangli dapat menjadi bagian dari pengalaman mengenal budaya dan kuliner lokal.
Sebaiknya, minuman ini dinikmati sebagai bagian dari tradisi kuliner Bali, bukan semata-mata karena klaim manfaat kesehatan yang belum tentu berlaku secara medis.
Cocok untuk: Anda yang ingin mencoba minuman herbal Bali dengan bahan lokal dan cita rasa yang khas.
Es Ancruk merupakan minuman tradisional sekaligus sajian seperti dessert yang identik dengan Singaraja dan Buleleng di Bali Utara.
Dibandingkan segelas es atau jus biasa, Es Ancruk memiliki isian yang lebih beragam sehingga terasa lebih mengenyangkan.
Satu porsi Es Ancruk dapat berisi ancruk atau bola-bola kecil dari tepung ketan, kolak pisang, bubur ketan hitam, bubur tepung beras, sagu, jeli, bahan berbasis gula aren, santan, dan es serut.
Komposisinya dapat berbeda antara satu penjual dengan penjual lainnya.
Ancruk menjadi salah satu elemen yang membuat minuman ini memiliki karakter tersendiri.
Bahan yang dibuat dari tepung ketan tersebut memberikan tekstur kenyal yang berpadu dengan rasa manis, creamy, dan dingin dari bahan lainnya.
Jika Anda sedang menjelajahi Bali Utara, Es Ancruk layak dicari untuk mendapatkan pengalaman kuliner yang lebih dekat dengan minuman khas daerah Bali dan tidak hanya berfokus pada destinasi wisata populer.
Cocok untuk: Anda yang menyukai minuman manis dan mengenyangkan dengan berbagai tekstur sekaligus ingin mencoba kuliner khas Bali Utara.
Es Waneng merupakan minuman tradisional yang identik dengan Tabanan dan termasuk salah satu minuman khas Bali yang belum terlalu dikenal wisatawan.
Salah satu hal menarik dari minuman ini adalah sejarahnya. Pemberitaan lokal mencatat bahwa Es Waneng telah dikenal sejak 1938.
Minuman ini dibuat menggunakan santan dari kelapa yang dibakar, gula, dan es.
Proses pembakaran kelapa sebelum diolah menjadi santan memberikan cita rasa yang lebih dalam dibandingkan minuman kelapa biasa.
Setelah ditambahkan es, rasanya menjadi lebih segar dan cocok dinikmati di tengah cuaca Bali yang hangat.
Sejarah panjangnya menjadi salah satu alasan Es Waneng menarik untuk dicoba.
Minuman ini bukan sekadar minuman tropis dengan es, tetapi juga bagian dari tradisi kuliner lokal Tabanan yang telah bertahan selama beberapa generasi.
Cocok untuk: Anda yang ingin menemukan minuman khas Bali yang memiliki sejarah panjang dan tidak terlalu umum di kalangan wisatawan.
Es Tambring merupakan minuman khas Bali yang menyegarkan dengan perpaduan kelapa muda, air kelapa, asam jawa, gula aren, dan es.
Beberapa versi Es Tambring juga menggunakan putih telur.
Meskipun terdengar tidak biasa, bahan tersebut dapat memberikan tekstur khas tanpa membuat rasa minuman menjadi dominan seperti telur.
Salah satu daya tarik Es Tambring adalah perpaduan rasanya.
Manisnya kelapa dan gula aren berpadu dengan rasa asam dari asam jawa sehingga menghasilkan sensasi manis-asam yang segar.
Karakter ini sangat cocok dengan cuaca tropis Bali.
Bagi Anda yang ingin mencoba sesuatu selain air kelapa biasa, Es Tambring dapat menjadi pilihan menarik.
Bahan-bahannya mungkin sudah familiar, tetapi kombinasi dan cara penyajiannya memberikan karakter yang lebih khas sebagai minuman tradisional Bali.
Cocok untuk: Anda yang menyukai minuman segar dengan perpaduan rasa manis dan asam dari kelapa serta asam jawa.
Secara umum, minuman khas Bali dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar:
Jika Anda ingin menikmati minuman tradisional Bali tanpa alkohol, beberapa pilihan yang dapat dicoba adalah Es Kuwut, Es Daluman, Es Gula Kintamani, Kopi Bali, Es Bir, Loloh Cemcem, Es Ancruk, Es Waneng, dan Es Tambring.
Karakter minuman tersebut juga sangat beragam. Ada yang ringan dan citrusy, creamy, herbal, manis, fruity, hingga berbasis kopi. Jadi, Anda tetap memiliki banyak pilihan meskipun tidak mengonsumsi alkohol.
Arak Bali, Tuak yang telah mengalami fermentasi, dan Brem Bali merupakan beberapa minuman beralkohol tradisional yang memiliki kaitan dengan budaya Bali.
Ketiganya memiliki bahan dan proses pembuatan yang berbeda. Arak dibuat melalui proses distilasi, sedangkan Brem merupakan minuman beras yang difermentasi. Jika Anda memilih untuk mencobanya, konsumsi secara bertanggung jawab dan pastikan Anda memiliki transportasi yang aman untuk kembali ke tempat menginap.
Meskipun ketiganya merupakan minuman beralkohol tradisional, Tuak, Arak, dan Brem bukanlah minuman yang sama.
Tuak berkaitan dengan nira kelapa atau pohon lontar yang mengalami fermentasi.
Arak Bali merupakan minuman beralkohol yang dibuat melalui proses distilasi dari bahan yang telah difermentasi.
Sementara itu, Brem Bali merupakan minuman beras ketan yang difermentasi.
Perbedaan bahan, proses fermentasi atau distilasi, kadar alkohol, dan karakter rasanya membuat ketiganya memiliki identitas yang berbeda.
Cara paling mudah untuk mengingatnya adalah: Tuak merupakan hasil fermentasi nira, Arak adalah minuman hasil distilasi, sedangkan Brem adalah minuman beras yang difermentasi.
| Jika Anda ingin... | Coba |
| Minuman tropis yang menyegarkan | Es Kuwut |
| Minuman creamy dengan cincau | Es Daluman |
| Minuman manis khas lokal | Es Gula Kintamani |
| Kopi yang ditanam di Bali | Kopi Bali |
| Minuman non-alkohol dengan nama unik | Es Bir |
| Minuman beralkohol tradisional Bali | Arak Bali |
| Minuman tradisional berbahan nira | Tuak Manis |
| Minuman beras hasil fermentasi | Brem Bali |
| Minuman herbal khas Bali | Loloh Cemcem |
| Minuman manis yang mengenyangkan | Es Ancruk |
| Minuman khas Tabanan yang bersejarah | Es Waneng |
| Minuman kelapa dengan rasa manis-asam | Es Tambring |
Minuman khas Bali dapat ditemukan di berbagai tempat, tergantung jenis minumannya.
Warung lokal dan penjual makanan tradisional menjadi salah satu tempat yang bisa Anda kunjungi untuk mencari Es Kuwut, Es Daluman, Es Bir, Es Ancruk, dan Es Tambring.
Jika ingin mendapatkan pengalaman yang lebih dekat dengan daerah asalnya, Anda dapat mencari minuman lokal berdasarkan wilayahnya.
Nikmati Kopi Kintamani di kawasan dataran tinggi Bali, cari Loloh Cemcem ketika mengunjungi Penglipuran dan Bangli, serta coba Es Ancruk saat menjelajahi Singaraja dan Buleleng.
Es Waneng sendiri identik dengan Tabanan.
Sementara itu, untuk minuman beralkohol seperti Arak Bali dan Brem, pilih tempat atau produsen yang terpercaya dan sesuai ketentuan, daripada mengonsumsi minuman rumahan yang tidak jelas asal maupun kandungannya.

Cinchy menyediakan motor yang dirawat secara rutin sehingga Anda dapat menggunakannya untuk menjelajahi berbagai destinasi kuliner Bali dengan lebih nyaman.
Tersedia dua kategori yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan, yaitu Compact dengan pilihan Honda Scoopy, Yamaha Fazzio, dan Honda Vario, serta Comfort dengan pilihan Yamaha NMAX dan Honda PCX.
Harga Compact mulai dari IDR 95K/hari, sedangkan Comfort mulai dari IDR 155K/hari.
Proses sewanya juga dibuat praktis. Anda hanya perlu menyiapkan KTP, SIM C, tiket pesawat pulang-pergi, serta booking hotel sesuai durasi sewa.
Ketersediaan motor juga dapat dicek secara real-time melalui website Cinchy, sehingga Anda bisa mengetahui motor yang tersedia sebelum melakukan booking, baik saat low season maupun peak season.
Untuk menambah kenyamanan perjalanan, Cinchy menyediakan layanan delivery dan pickup.
Pengantaran dan pengambilan motor gratis tersedia di I Gusti Ngurah Rai Airport dan Seminyak, sementara Canggu, Sanur, dan Nusa Dua tersedia dengan biaya tambahan.
Setiap motor juga sudah dilengkapi helm, sedangkan Anda dapat menambahkan Brand New Helmet - Be the First to Use dengan biaya IDR 100.000. Layanan customer support juga tersedia 24/7.
Jika Anda sudah merencanakan liburan ke Bali saat peak season, sebaiknya booking motor lebih awal agar pilihan unit lebih leluasa.
👉 Sewa motor di Cinchy sekarang, pesan lebih awal dan hemat 5% dengan kode promo EARLY5!
Jika Anda masih ragu tentang langkah selanjutnya, jangan khawatir — kami siap membantu menjawab semua pertanyaan dan kekhawatiran Anda.
Some of the best-known traditional Balinese drinks include Es Kuwut, Es Daluman, Kopi Bali, Loloh Cemcem, Arak Bali, Brem, Tuak, and Es Tambring.
No. Despite its name, Es Bir is a non-alcoholic Balinese drink. It is generally a refreshing coconut-based beverage with lime and ice.
Yes. Arak Bali is a traditional distilled alcoholic beverage and has been officially recognized as Indonesian Intangible Cultural Heritage.
Balinese coffee refers to coffee produced in Bali, with Kintamani Arabica being one of the island's best-known regional coffees. Kintamani Arabica has a Geographical Indication registered in Indonesia.
Es Tambring is generally made with young coconut, coconut water, tamarind, palm sugar, and ice. Some versions also include egg white.
Brem Bali is a traditional fermented rice wine made from glutinous rice. It is an alcoholic beverage and is different from the solid brem snack associated with other parts of Indonesia.