

Jl. Plawa No.50, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
CALL US 24/7
(+62-851-7424-6249)
Tersalin!Bantuan & Dukungan
Partner Pembayaran
© 2026 HAK CIPTA CINCHY.
scroll for more! ⟶
Cinchy Blog / Panduan Bahasa yang Digunakan di Bali: Bahasa Apa Saja yang Digunakan di Bali?
Diterbitkan: 18 Mar 2026

By Ulfah Alifah
Travel Enthusiast

Gratis Pembatalan
Dukungan 24/7
Asuransi
Tanggal Mulai - Tanggal Selesai
Waktu Mulai
Waktu Selesai
Durasi
0 Hari
Jika Anda bertanya bahasa apa yang digunakan di Bali, jawaban singkatnya adalah: Bali menggunakan Bahasa Indonesia untuk komunikasi resmi dan umum, Bahasa Bali untuk identitas dan tradisi lokal, serta Bahasa Inggris untuk sebagian besar sektor pariwisata. Perpaduan inilah yang membuat para pengunjung biasanya dapat beraktivitas dengan lancar, namun mereka akan mendapat sambutan yang lebih hangat jika mengetahui beberapa kata dalam bahasa lokal.
Bahasa di Bali bersifat praktis dan sosial sekaligus. Apa yang Anda dengar bergantung pada di mana Anda berada, dengan siapa Anda berbicara, dan apakah situasinya formal, lokal, atau berorientasi pada wisatawan.
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Indonesia, dan digunakan di seluruh Bali. Ini adalah bahasa yang digunakan dalam pemerintahan, pendidikan, pariwisata, papan tanda umum, menu, dan sebagian besar dokumen resmi di pulau ini.
Bahasa Bali, atau Basa Bali, adalah bahasa asli masyarakat Bali dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari, upacara, serta percakapan di antara penduduk setempat. Bahasa ini juga digunakan di Nusa Penida dan komunitas penutur Bahasa Bali lainnya di luar Bali.
Bahasa Inggris banyak digunakan di kawasan wisata, hotel, restoran, kafe, toko, dan tempat-tempat layanan lainnya di Bali. Banyak orang Bali yang bekerja di bidang pariwisata dapat berbicara bahasa Inggris sehari-hari, terutama staf muda dan mereka yang bekerja di bidang layanan.
Karena Bali adalah destinasi internasional, Anda mungkin juga mendengar bahasa Mandarin, Jepang, Korea, Prancis, Jerman, dan Rusia di kawasan wisata. Bahasa-bahasa ini umum digunakan di beberapa toko, tur, vila, dan layanan transportasi yang melayani kelompok pengunjung tertentu.
Di kawasan wisata populer seperti Ubud, Seminyak, dan Kuta, bahasa Inggris atau bahasa Indonesia biasanya cukup untuk kebutuhan perjalanan dasar. Di luar kawasan tersebut, bahasa Indonesia menjadi lebih berguna, terutama di desa-desa, pasar, dan percakapan dengan penduduk lokal yang lebih tua.
Jika seseorang bertanya bahasa apa yang digunakan di Bali, Indonesia, jawaban yang paling jelas adalah bahwa Bahasa Indonesia dan Bahasa Bali adalah dua bahasa utama dalam kehidupan sehari-hari di pulau ini. Bahasa Indonesia adalah bahasa umum yang digunakan secara luas, sementara Bahasa Bali mewakili identitas lokal, hubungan kekerabatan, dan upacara adat.
Bahasa Bali lebih dari sekadar dialek lokal. Ini adalah bahasa yang utuh dengan sejarah, register sosial, pola tata bahasa, dialek, dan tradisi penulisan sendiri.
Bahasa Bali termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia. Ethnologue menggambarkannya sebagai bahasa asli Indonesia yang stabil dan menyatakan bahwa bahasa ini digunakan sebagai bahasa pertama di seluruh komunitas etnis.
Bahasa Bali terutama digunakan di Bali, Nusa Penida, Lombok Barat, dan sebagian Jawa Timur. Sensus tahun 2000 mencatat 3,3 juta penutur, sementara perkiraan Badan Kebudayaan Bali tahun 2011 menyebutkan hanya sekitar 1 juta orang yang masih menggunakan Bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari, yang menunjukkan mengapa pelestarian bahasa itu penting.
Bahasa Bali memiliki enam bunyi vokal utama: /i/, /e/, /ə/, /a/, /o/, dan /u/. Contoh dari sistem penulisan meliputi ᬇ = i, ᬏ = e, ᭂ = ə, ᬅ = a, ᬑ = o, dan ᬉ = u. Salah satu ciri yang menonjol adalah bunyi /ə/ yang mirip schwa, yang membantu menjelaskan mengapa beberapa kata dalam bahasa Bali terdengar lebih lembut daripada yang mungkin disarankan oleh ejaannya bagi pemula.
Bahasa Bali menggunakan konsonan yang akan terasa familiar bagi banyak pembelajar, seperti k, g, p, b, m, n, l, dan r, tetapi juga mencakup bunyi seperti c /tʃ/, j /dʒ/, ny /ɲ/, dan ng /ŋ/. Misalnya, ᬓ = ka, ᬘ = ca, ᬚ = ja, ᬜ = nya, dan ᬗ = nga. Bunyi-bunyi ini penting karena sering muncul dalam bahasa Bali dan bahasa-bahasa Indonesia lainnya.
Penekanan dalam bahasa Bali biasanya kurang sering dibahas dibandingkan dengan vokal dan konsonan, tetapi ada aturan praktis sederhana bahwa banyak kata umumnya ditekankan di dekat suku kata terakhir. Misalnya, pembelajar dapat melatih Suksma sebagai suks-MA dan Swastiastu sebagai swas-ti-AS-tu. Karena pengucapan dapat bervariasi antar penutur dan dialek, mendengarkan ucapan penutur asli tetap merupakan cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan.
Kosa kata bahasa Bali berubah sesuai dengan register. Bahasa ini umumnya dibagi menjadi bentuk rendah, tengah, dan tinggi, dan penutur memilih tingkatnya berdasarkan siapa yang mereka ajak bicara dan siapa yang mereka bicarakan.
Untuk perjalanan, angka-angka Bali yang paling berguna adalah dasar-dasar yang tercantum dalam panduan bahasa Cinchy: siki atau siji untuk satu, dua untuk dua, tiga untuk tiga, pat untuk empat, lima untuk lima, dan dasa untuk sepuluh. Untuk harga, waktu, detail pemesanan, dan angka yang lebih besar, pengunjung akan lebih sering mendengar bahasa Indonesia dalam situasi layanan nyata.
Dalam praktiknya, sebagian besar wisatawan sebaiknya mempelajari bentuk bahasa Indonesia untuk angka 11 hingga 99 terlebih dahulu, karena angka-angka tersebut lebih sering digunakan di toko, transportasi, jadwal, dan harga. Bentuk bahasa Bali memang ada, tetapi penggunaannya lebih bervariasi di tingkat lokal dan kurang diperlukan untuk kunjungan singkat.
Untuk angka yang lebih besar, tanggal, dan uang, bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling sering Anda temui pada struk, label harga, tiket, dan papan tanda umum di Bali.
Kata ganti dalam bahasa Bali dapat berubah sesuai tingkat kesopanan dan status sosial, yang menjadi salah satu alasan mengapa pemula sering memulai dengan nama, sapaan, dan frasa pendek yang sudah baku, daripada mencoba menguasai sistem kata ganti secara penuh sejak hari pertama. Pendekatan tersebut lebih alami dan menghindari kesan terlalu santai di lingkungan yang tidak tepat.
Untuk jam, jadwal, jam buka, waktu pemesanan, dan transportasi, bahasa Indonesia biasanya menjadi pilihan praktis karena mendominasi komunikasi resmi dan komersial di seluruh Bali. Bahasa Bali mungkin masih muncul dalam percakapan lokal, terutama dalam kehidupan desa yang informal.
Bahasa Bali menggunakan afiks dan pola suara, dan urutan kata defaultnya yang tidak ditandai sering digambarkan sebagai Pasien-Kata Kerja-Agen daripada pola Subjek-Kata Kerja-Objek ala bahasa Inggris. Perbedaan itu adalah salah satu alasan mengapa frasa yang dihafal lebih efektif bagi pemula daripada terjemahan kata per kata.
Bahasa Bali menggunakan afiks untuk membentuk makna baru dari kata dasar. Misalnya, penelitian linguistik mencatat awalan seperti su- untuk ‘baik’ dan nir- untuk ‘tidak’, sementara akhiran seperti -an dapat membantu membentuk makna kata benda baru. Hal ini penting bagi pembelajar karena satu kata dasar dapat berubah bentuk tergantung pada penggunaannya dalam kalimat.
Polanya kata benda dalam Bahasa Bali terasa ringkas karena makna sering kali dibentuk oleh bentuk kata dan konteks, bukan oleh kata bantu yang panjang. Misalnya, pilihan kosakata dapat berubah sesuai dengan register, seperti kata-kata yang berbeda digunakan untuk ide yang sama dalam Bahasa Bali rendah dan tinggi. Inilah salah satu alasan mengapa potongan frasa pendek sering kali lebih mudah dipelajari daripada menerjemahkan kata per kata dari Bahasa Inggris.
Kata kerja dalam bahasa Bali dapat berubah bentuk melalui awalan dan pola suara. Misalnya, sebuah studi mencatat bahwa ma- dapat muncul dalam konstruksi kata kerja, sementara konstruksi kata kerja nasal berbeda dengan bentuk dasar yang tidak ditandai. Ini berarti tindakan yang sama dapat diekspresikan dengan cara berbeda tergantung pada bagian kalimat mana yang ingin ditonjolkan oleh penutur.
Bahasa Bali sering menggunakan pola Objek-Kata Kerja-Pelaku dalam konstruksi dasarnya yang tidak ditandai. Secara sederhana, ini berarti objek yang terkena tindakan dapat muncul pertama, diikuti oleh kata kerja, dan kemudian pelaku. Beberapa konstruksi lain, terutama bentuk kata kerja nasal, mungkin mengikuti pola Pelaku-Kata Kerja-Objek yang lebih umum.
Bahasa Bali memiliki dua kelompok dialek utama, Dataran Tinggi dan Dataran Rendah, dan banyak sumber juga menganggap Nusa Penida sebagai variasi lokal yang berbeda di dalam wilayah penutur Bahasa Bali yang lebih luas. Perbedaan tersebut terlihat pada kosakata, pelafalan, penggunaan register, dan ritme bicara.
Bahasa Bali Dataran Tinggi sering dikaitkan dengan komunitas Bali Aga di daerah pegunungan seperti Kintamani dan sebagian wilayah Bangli, Buleleng, serta Karangasem. Dibandingkan dengan Bahasa Bali Dataran Rendah, bahasa Dataran Tinggi cenderung menggunakan lebih sedikit bentuk bahasa tingkat tinggi. Hal ini membuatnya berbeda tidak hanya dalam kosakata, tetapi juga dalam cara tingkat kesopanan diekspresikan.
Bahasa Bali Dataran Rendah adalah dialek yang paling umum didengar di sebagian besar kehidupan sehari-hari di Bali dan dalam interaksi publik yang lebih luas. Dialek ini biasanya mengenal tingkat bahasa tinggi dan rendah, yang berarti penutur dapat memilih kata yang berbeda tergantung pada status dan tingkat formalitas. Misalnya, kata untuk ‘pulau’ dapat muncul sebagai pulo dalam bahasa Bali rendah tetapi nusa dalam bahasa Bali tinggi.
Bahasa Bali Nusa Penida adalah salah satu variasi lokal bahasa Bali yang paling khas. Sebagai contoh, sumber-sumber mencatat perbedaan kosakata seperti éda untuk ‘kamu’ dan kola untuk ‘aku’ dalam dialek Nusa Penida, sementara penutur di Nusa Lembongan mungkin menggunakan cai atau ci untuk ‘kamu’ dan cang untuk ‘aku.’ Contoh lain adalah əndək dalam dialek Nusa Penida dibandingkan dengan tusing atau sing dalam bahasa sehari-hari di Nusa Lembongan yang berdekatan.
Bahasa Bali memiliki dua sistem penulisan yang digunakan saat ini: aksara Bali tradisional dan alfabet Latin. Aksara tradisional, yang disebut Aksara Bali atau hanacaraka, adalah abugida, yang berarti setiap konsonan biasanya membawa vokal bawaan kecuali tanda tertentu mengubah atau menghapusnya. Saat ini, huruf Latin lebih umum digunakan dalam komunikasi sehari-hari, sementara aksara Bali tetap erat terkait dengan agama, upacara, naskah daun palem, papan tanda umum, dan identitas budaya.
Dalam aksara Bali, nama Aksara Bali dapat ditulis sebagai ᬅᬓ᭄ᬱᬭᬩᬮᬶ, dan nama tradisional hanacaraka dapat ditulis sebagai ᬳᬦᬘᬭᬓ. Aksara ini ditulis dari kiri ke kanan, dan kata-kata sering ditulis tanpa spasi yang jelas seperti yang diharapkan pembaca dalam penulisan Latin modern. Aksara Bali juga memiliki tanda baca dan angka sendiri, seperti ᭑ untuk 1 dan ᭕ untuk 5.
Sebagian besar wisatawan akan melihat bahasa Bali ditulis dengan huruf Latin pada menu, aplikasi obrolan, informasi jalan, dan materi pariwisata. Contoh umum termasuk Om Swastiastu, Suksma, Rahajeng semeng, dan Aksara Bali yang ditulis dengan huruf Romawi biasa, bukan dalam aksara tradisional. Inilah salah satu alasan mengapa pengunjung biasanya mempelajari frasa-frasa Bali dalam ejaan Latin terlebih dahulu, meskipun bahasa itu sendiri memiliki tradisi penulisan yang lebih tua.
Tabel romanisasi dari Perpustakaan Kongres menunjukkan bagaimana aksara Bali dipetakan ke huruf-huruf Latin secara terstruktur. Misalnya, ᬓ ditransliterasikan sebagai ka, ᬚ sebagai ja, ᬜ sebagai ña, dan ᬗ sebagai ṅa dalam transliterasi ketat. Tanda vokal juga mengubah pengucapan, sehingga ᬓ adalah ka, ᬓᬶ adalah ki, ᬓᬸ adalah ku, dan ᬓᭀ adalah ko.
| Tipe | Contoh | Arti |
| Aksara Bali | ᬅᬓ᭄ᬱᬭᬩᬮᬶ | Aksara Bali |
| Aksara Bali | ᬳᬦᬘᬭᬓ | hanacaraka |
| Abjad Latin | Om Swastiastu | Salam umum dalam bahasa Bali yang ditulis dengan huruf Latin agar mudah dibaca sehari-hari. |
| Contoh huruf | ᬓ = ka | Konsonan dasar dengan vokal bawaan. |
| Contoh vokal | ᬓᬶ = ki | Konsonan ditambah tanda vokal. |
| Contoh angka | ᭑᭙᭘᭒ | Angka Bali untuk tahun 1982 dalam contoh bertanggal. |
Meskipun huruf Latin lebih umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari, aksara Bali tetap memiliki nilai budaya yang kuat karena digunakan dalam teks-teks keagamaan, tulisan upacara, dan manuskrip tradisional. Seorang pengunjung mungkin melihat aksara Bali pada papan nama pura, gedung-gedung resmi, atau landmark budaya, sementara di lokasi yang sama juga menggunakan huruf Latin agar dapat dipahami oleh masyarakat luas. Hal ini mencerminkan kebenaran yang lebih luas tentang bahasa di Bali: komunikasi bukan hanya soal kata-kata, tetapi juga soal adat, agama, dan perilaku sosial yang sopan, yang sejalan dengan panduan Cinchy mengenai hukum lokal dan norma budaya di Bali.
Anda dapat berwisata di Bali tanpa menguasai bahasa asli, terutama di kawasan wisata. Namun, beberapa kata dalam bahasa Indonesia atau Bali akan membuat kehidupan sehari-hari lebih lancar dan biasanya mendapat respons yang lebih baik.
Bagi kebanyakan wisatawan, pelajari bahasa Indonesia terlebih dahulu. Panduan Cinchy menyebutkan bahwa bahasa Indonesia lebih mudah dipelajari, dipahami secara luas, dan berguna di seluruh Indonesia, sementara bahasa Bali menambahkan kehangatan ekstra di desa-desa dan interaksi lokal.
Ini adalah frasa pemula termudah untuk perjalanan nyata, dan sebagian besar diambil langsung dari penggunaan umum saat bepergian di Bali.
Jumlah penutur bahasa Bali bervariasi tergantung apakah Anda menghitung penutur etnis atau penggunaan aktif sehari-hari. Sebuah data yang sering dikutip menyebutkan ada 3,3 juta penutur bahasa Bali pada sensus tahun 2000, sementara perkiraan lokal yang lebih baru menunjukkan bahwa penggunaan sehari-hari telah turun menjadi sekitar 1 juta. Bahasa Indonesia tidak memerlukan angka khusus untuk Bali guna menunjukkan jangkauannya, karena bahasa ini adalah bahasa nasional resmi serta bahasa yang digunakan dalam pendidikan, pariwisata, papan tanda, dan komunikasi publik di seluruh pulau.
Makanan adalah tempat lain yang mudah untuk berlatih. Sebelum memesan hidangan dari panduan kami tentang 20 makanan Indonesia atau lokal yang harus Anda coba di Bali, pelajari cara mengatakan “terima kasih,” “tidak pedas,” dan “berapa harganya?”
Untuk perjalanan pulau yang mudah sambil berlatih frasa Anda, kunjungi Cinchy dan pesan kendaraan Anda dengan cepat di Cinchy pemesanan motor.
Bahasa Bali bervariasi berdasarkan konteks, usia, dan wilayah, jadi kolom Bahasa Bali di bawah ini menggunakan bentuk sederhana yang ramah turis dan sebaiknya diperiksa oleh penduduk setempat sebelum dipublikasikan. Untuk interaksi layanan yang kompleks, Bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa paling praktis bagi kebanyakan pengunjung.
| Bahasa Inggris | Bahasa Indonesia | Bahasa Bali |
| Hello | Halo | Swastiastu |
| Good morning | Selamat pagi | Rahajeng semeng |
| Good afternoon | Selamat sore | Rahajeng sonten |
| Good evening | Selamat malam | Rahajeng wengi |
| How are you? | Apa kabar? | Kenken kabare? |
| I am fine | Saya baik | Tiang becik |
| My name is… | Nama saya… | Wastan tiang… |
| Nice to meet you | Senang bertemu dengan Anda | Seneng nepukin ragane |
| Welcome | Selamat datang | Rahajeng rauh |
| See you later | Sampai nanti | Tepang malih |
| Bahasa Inggris | Bahasa Indonesia | Bahasa Bali |
| Please | Tolong | Tulung |
| Thank you | Terima kasih | Suksma |
| You’re welcome | Sama-sama | Suksma mewali |
| Excuse me | Permisi | Ampura |
| Sorry | Maaf | Ampura |
| Yes | Ya | Nyak |
| No | Tidak | Sing |
| I don’t understand | Saya tidak mengerti | Tiang sing ngertos |
| Please speak slowly | Tolong bicara pelan-pelan | Pelan-pelan nggih |
| Can you help me? | Bisa bantu saya? | Nulungin tiang? |
| Bahasa Inggris | Bahasa Indonesia | Bahasa Bali |
| Where is…? | Di mana…? | Di dija…? |
| Turn left | Belok kiri | Ka kiwa |
| Turn right | Belok kanan | Ka tengen |
| Straight ahead | Lurus | Lurus |
| Near | Dekat | Paek |
| Far | Jauh | Joh |
| Entrance | Pintu masuk | Lawang mlebet |
| Exit | Pintu keluar | Lawang medal |
| Beach | Pantai | Pasih |
| Temple | Pura | Pura |
| Bahasa Inggris | Bahasa Indonesia | Bahasa Bali |
| Too expensive | Terlalu mahal | Kemaen mahal |
| Can I bargain? | Boleh tawar? | Dados nawar? |
| I want this | Saya mau ini | Tiang jagi niki |
| I am just looking | Saya hanya lihat-lihat | Tiang ngalih-lihat |
| Do you have a smaller size? | Ada ukuran lebih kecil? | Wenten ukuran langkung alit? |
| Do you have a bigger size? | Ada ukuran lebih besar? | Wenten ukuran langkung ageng? |
| Cash | Tunai | Tunai |
| Card | Kartu | Kartu |
| Receipt | Struk | Nota |
| How much is this? | Berapa harganya? | Ajikuda niki? |
| Bahasa Inggris | Bahasa Indonesia | Bahasa Bali |
| I want to order | Saya mau pesan | Tiang jagi mesen |
| No spicy | Tanpa pedas | Sing pedes |
| A little spicy | Sedikit pedas | Pedes alit |
| Water | Air putih | Yeh |
| Delicious | Enak | Jaen |
| I am vegetarian | Saya vegetarian | Tiang vegetarian |
| No pork | Tanpa babi | Sing babi |
| Bill, please | Minta bill, tolong | Nota, tulung |
| Where is the toilet? | Di mana toilet? | Di dija toilet? |
| One more, please | Satu lagi, tolong | Siki malih, tulung |
| Bahasa Inggris | Bahasa Indonesia | Bahasa Bali |
| Do you speak English? | Bisa bahasa Inggris? | Ngidang basa Inggris? |
| I understand | Saya mengerti | Tiang ngertos |
| I don’t know | Saya tidak tahu | Tiang sing uning |
| Please write it down | Tolong tulis | Tulung tulis |
| Can you show me? | Bisa tunjukkan? | Ngidang nunasang? |
| Slower, please | Pelan-pelan, tolong | Pelan-pelan, tulung |
| Repeat, please | Tolong ulangi | Tulung malihang |
| What does this mean? | Apa artinya ini? | Napi arti niki? |
| Which one? | Yang mana? | Niki sane napi? |
| Can you translate this? | Bisa terjemahkan ini? | Ngidang nerjemahang niki? |
Bahasa di Bali terkait erat dengan ritual, ikatan kekerabatan, dan struktur sosial, bukan sekadar komunikasi sehari-hari. Itulah sebabnya upacara, etiket yang terkait dengan kasta, dan kehidupan desa sering terasa lebih kaya begitu Anda memahami beberapa istilah lokal, seperti yang ditunjukkan dalam panduan kami tentang Galungan dan Kuningan serta sistem kasta Bali.
Mulailah dengan bahasa Inggris di kawasan wisata, lalu beralih ke bahasa Indonesia jika diperlukan. Di lingkungan lokal, frasa-frasa singkat dalam bahasa Indonesia ditambah satu atau dua kata sopan santun dalam bahasa Bali biasanya paling efektif.
Ya, di banyak kawasan wisata Anda bisa. Namun, bahasa Inggris menjadi kurang dapat diandalkan di luar pusat-pusat wisata, sehingga bahasa Indonesia sangat membantu begitu Anda meninggalkan zona resor utama.
Tidak, Anda tidak perlu belajar Bahasa Bali untuk menikmati Bali. Bahasa Indonesia lebih berguna bagi kebanyakan pengunjung, tetapi sapaan dan ucapan terima kasih dalam Bahasa Bali dapat membuat interaksi terasa lebih personal.
Di luar kawasan wisata, Bahasa Indonesia adalah bahasa bersama yang praktis, dan Bahasa Bali umum digunakan dalam kehidupan komunitas lokal. Penduduk lokal yang lebih tua mungkin kurang menggunakan Bahasa Inggris, sehingga Bahasa Indonesia menjadi lebih penting.
Banyak wisatawan merasa bahasa ini mudah dipelajari karena tata bahasanya relatif sederhana dan ejaannya cukup fonetis dalam penggunaan sehari-hari. Anda bisa melakukan banyak hal dengan kosa kata yang terbatas.
Ya, aplikasi terjemahan dapat membantu, terutama untuk menu, harga, dan informasi tertulis. Namun, frasa-frasa pendek dalam bahasa Indonesia seringkali lebih efektif dalam interaksi langsung.
Ya. Panduan bahasa perjalanan Cinchy mencatat bahwa bahkan beberapa kata lokal pun dihargai dan dapat menghasilkan interaksi yang lebih hangat dan autentik.
Rencanakan perjalanan Anda di pulau ini dengan percaya diri di Cinchy, dan pesan kendaraan Anda sekarang di Cinchy pemesanan motor.