

Jl. Plawa No.50, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
CALL US 24/7
(+62-851-7424-6249)
Tersalin!Partner Pembayaran
© 2026 HAK CIPTA CINCHY.
scroll for more! ⟶
Cinchy Blog / Monkey Forest Ubud: Harga Tiket & Waktu Terbaik Berkunjung
Diterbitkan: 19 Sep 2026

By Syahrial Maulana Sudarto
Travel Enthusiast

Jawaban Cepat
“What are the ticket prices and best time to visit Sacred Monkey Forest Sanctuary?”
Sacred Monkey Forest Sanctuary in Ubud is open daily from 9:00 AM to 6:00 PM, with the last entrance at 5:00 PM. International adults pay IDR 130,000, while Indonesian adults with a KTP pay IDR 90,000. For a more comfortable visit, arrive around opening time when the forest is cooler and generally less crowded.
Gratis Pembatalan
Dukungan 24/7
Asuransi
Tanggal Mulai - Tanggal Selesai
Waktu Mulai
Waktu Selesai
Durasi
0 Hari
Poin Penting:
| Informasi | Detail |
| Lokasi | Jalan Monkey Forest, Padangtegal, Ubud, Bali |
| Dikenal juga sebagai | Ubud Monkey Forest |
| Nama lokal | Mandala Suci Wenara Wana |
| Jam buka | 09.00–18.00 |
| Kunjungan terakhir | 17.00 |
| Tiket dewasa WNI | IDR 90.000 |
| Tiket dewasa internasional | IDR 130.000 |
| Tiket anak WNI (3–12 tahun) | IDR 60.000 |
| Tiket anak internasional (3–12 tahun) | IDR 100.000 |
| Anak di bawah 3 tahun | Gratis |
| Durasi kunjungan yang disarankan | Sekitar 1–2 jam |
| Daya tarik utama | Kera, pura sakral, hutan tropis |
Monkey Forest Ubud berada di Padangtegal, Ubud, dan merupakan salah satu kawasan yang memadukan alam, satwa liar, serta warisan budaya Bali.
Alih-alih hanya menjadi tempat untuk melihat monyet, kawasan ini merupakan lanskap yang hidup dengan jalur hutan, kompleks pura, struktur batu kuno, serta kera ekor panjang Bali.
Monkey Forest Ubud, yang juga dikenal sebagai Sacred Monkey Forest Sanctuary, merupakan kawasan konservasi dan budaya yang berada di Desa Padangtegal.
Jika Anda masih ragu tentang langkah selanjutnya, jangan khawatir — kami siap membantu menjawab semua pertanyaan dan kekhawatiran Anda.
International adults pay IDR 130,000, while Indonesian adults with a KTP pay IDR 90,000 per person per day. Children aged 3–12 pay IDR 100,000 for international tickets and IDR 60,000 for WNI tickets. Children under 3 enter free.
Yes. Tickets can be purchased online through the official Monkey Forest website or directly at the official ticket counter at the sanctuary.
Sacred Monkey Forest Sanctuary currently opens at 9:00 AM and closes at 6:00 PM. The last entrance is at 5:00 PM.
Around 9:00–10:30 AM is a practical choice for cooler walking conditions and a generally calmer atmosphere. Late afternoon can also be pleasant for softer light.
Plan around 1–2 hours. This gives you enough time to walk through the forest, observe the macaques, and see the temple areas without rushing.
The monkeys are semi-wild animals, so their behavior can be unpredictable. Keep your belongings secure, maintain distance, stay calm, and follow the sanctuary's safety rules.

Itinerary Sehari di Ubud: Rute Wisata Terbaik [Panduan 2026]

25 Tempat Wisata di Bali untuk Liburan Tak Terlupakan

Itinerary Liburan 4 Hari di Bali untuk Panduan Liburan Sempurna di Pulau Dewata Tahun 2025

Di Mana Saya Bisa Menemukan Rental Motor Cinchy Bali?

Layanan Pengiriman Motor Gratis Cinchy di Bali: Wilayah Mana Saja yang Termasuk dan yang Tidak

Cinchy vs Toko Sewa Motor Lokal Bali: Apa Bedanya?
Nama lokalnya, Mandala Suci Wenara Wana, mencerminkan hubungan kawasan ini dengan tradisi Hindu Bali.
Kawasan ini memadukan hutan sakral, kompleks pura, habitat satwa, dan warisan masyarakat setempat.
Monkey Forest Ubud memiliki luas sekitar 12,5 hektare dan ditumbuhi ratusan pohon yang menjadi habitat bagi populasi kera ekor panjang Bali.
Monyet-monyet di kawasan ini bukan hewan peliharaan yang sudah dijinakkan. Mereka hidup dalam lingkungan yang dikelola secara semi-liar sehingga perilakunya terkadang sulit diprediksi.
Hal tersebut penting untuk diperhatikan saat Anda merencanakan kunjungan. Pengalaman terbaik didapat dengan mengamati satwa dari jarak yang aman, bukan mencoba berinteraksi terlalu dekat dengan mereka.
Harga tiket masuk Monkey Forest Ubud bergantung pada status pengunjung sebagai WNI atau internasional, serta usia pengunjung.
| Pengunjung | Harga Tiket |
| Dewasa WNI (dengan KTP) | IDR 90.000 |
| Anak WNI, 3–12 tahun | IDR 60.000 |
| Dewasa internasional | IDR 130.000 |
| Anak internasional, 3–12 tahun | IDR 100.000 |
| Anak di bawah 3 tahun | Gratis |
Harga tersebut berlaku per orang per hari.
Pengunjung dewasa WNI sebaiknya membawa KTP yang masih berlaku untuk mendapatkan tarif WNI.
Jika Anda bepergian bersama anak-anak, pastikan usia mereka sesuai dengan kategori tiket yang berlaku sebelum membeli tiket.
Ya. Pengunjung dapat membeli tiket secara online melalui situs resmi Monkey Forest atau langsung di loket tiket resmi yang berada di kawasan tersebut.
Membeli tiket secara online dapat membantu Anda menyiapkan itinerary sebelum tiba di Ubud.
Sementara itu, membeli tiket langsung di loket resmi bisa menjadi pilihan jika Anda ingin menentukan rencana perjalanan pada hari kunjungan.
Pastikan Anda menggunakan kanal pembelian tiket resmi dan mengecek harga terbaru sebelum berkunjung karena biaya masuk dan kebijakan operasional dapat berubah.
Monkey Forest Ubud saat ini buka mulai pukul 09.00 hingga 18.00, dengan kunjungan terakhir pada pukul 17.00.
Jika Anda berencana datang pada sore hari, jangan menunggu hingga satu jam terakhir untuk masuk. Kawasan ini cukup luas sehingga Anda tetap membutuhkan waktu untuk berjalan menyusuri hutan dan menjelajahi berbagai areanya.
Jam operasional juga dapat dipengaruhi oleh kegiatan budaya tertentu atau perubahan operasional. Karena itu, sebaiknya cek jadwal terbaru sebelum berkunjung.

Berikut beberapa daya tarik yang bisa Anda lihat di Monkey Forest Ubud:
Daya tarik utama Monkey Forest Ubud tentu saja adalah kera ekor panjang Bali atau Balinese long-tailed macaque, yang secara ilmiah dikenal sebagai Macaca fascicularis.
Anda mungkin akan melihat monyet duduk di sekitar jalur, memanjat pohon, saling merawat, membawa anak, atau berpindah dari satu area hutan ke area lainnya.
Perilaku mereka menjadi salah satu hal menarik selama berkunjung, tetapi hal tersebut juga menjadi alasan mengapa Anda perlu mengikuti aturan yang berlaku di kawasan.
Hindari memberi makan, menyentuh, mengganggu, atau sengaja mendekati monyet. Simpan barang-barang pribadi dengan aman dan ikuti arahan petugas jika ada monyet yang terlalu dekat.
Monkey Forest juga memiliki tiga kawasan pura penting yang berkaitan dengan tradisi Hindu Bali.
Ketiganya meliputi Pura Dalem Agung Padangtegal, Holy Spring Temple, dan Cremation Temple.
Keberadaan pura memberikan dimensi budaya yang mungkin terlewat jika Anda berkunjung hanya untuk melihat monyet.
Perlu diingat bahwa kawasan pura tersebut merupakan ruang sakral yang masih digunakan, bukan sekadar objek untuk berfoto. Hormati area yang dibatasi, kegiatan keagamaan, sesajen, serta masyarakat yang sedang beribadah.
Hutan itu sendiri merupakan bagian penting dari pengalaman berkunjung ke Monkey Forest Ubud.
Anda akan menemukan jalur yang teduh, pepohonan tropis berukuran besar, struktur batu yang ditumbuhi lumut, jembatan, serta lanskap yang terasa berbeda dari jalanan Ubud yang lebih ramai.
Perpaduan vegetasi yang lebat dengan arsitektur pura dan struktur batu kuno juga menjadi salah satu alasan kawasan ini menarik bagi fotografer.
Tidak perlu terburu-buru berpindah dari satu lokasi monyet ke lokasi lainnya. Beberapa bagian paling menarik justru bisa ditemukan saat Anda berjalan santai menyusuri hutan.

Kata “sacred” atau “sakral” bukan sekadar bagian dari nama tempat wisata ini.
Monkey Forest Ubud memiliki hubungan erat dengan Hindu Bali dan filosofi Tri Hita Karana, yang menekankan keharmonisan antara manusia dan Tuhan, antarmanusia, serta manusia dengan lingkungan alam.
Filosofi tersebut membantu menjelaskan mengapa hutan, pura, satwa, dan masyarakat setempat dipandang sebagai bagian dari satu lanskap budaya yang lebih luas.
Bangunan pura di dalam kawasan ini juga memiliki nilai sejarah, dengan keberadaan situs yang berkaitan dengan pura-pura yang telah ada selama berabad-abad.
Bagi pengunjung, hal ini berarti Monkey Forest Ubud sebaiknya dipahami sebagai hutan sakral dan kawasan budaya yang juga menjadi habitat satwa, bukan sekadar taman satwa biasa.
Read Also:
Bagi sebagian besar wisatawan, sekitar pukul 09.00–10.30 merupakan waktu yang cukup ideal.
Suasana hutan biasanya lebih nyaman untuk berjalan kaki pada pagi hari, sebelum suhu meningkat dan jumlah pengunjung mulai bertambah.
Datang pada pagi hari juga memberi Anda lebih banyak waktu untuk mengunjungi destinasi Ubud lainnya setelah selesai menjelajahi Monkey Forest.
Sore hari juga dapat menjadi pilihan menarik karena cahaya matahari cenderung lebih lembut dan sebagian pengunjung mulai meninggalkan kawasan. Namun, jika masuk terlalu sore, waktu Anda untuk menjelajahi kawasan sebelum tutup akan lebih terbatas.
Jika prioritas Anda adalah berjalan santai dalam suasana yang lebih sejuk, pagi hari merupakan pilihan yang lebih tepat.
Jika Anda mengutamakan cahaya yang lebih lembut untuk fotografi dan sedang berada di pusat Ubud, kunjungan pada sore hari juga dapat menjadi pilihan.
Tidak ada waktu tertentu yang menjamin semua monyet akan menunjukkan perilaku yang sama. Aktivitas satwa dapat berubah secara alami, jadi rekomendasi mengenai perilaku monyet sebaiknya dianggap sebagai panduan umum, bukan jaminan.
Monkey Forest Ubud dapat dikunjungi sepanjang tahun.
Pada bulan-bulan yang lebih sering turun hujan, jalur batu dan anak tangga dapat menjadi licin. Namun, hutan biasanya terlihat lebih hijau dan memiliki suasana yang lebih alami.
Sementara itu, musim yang lebih kering umumnya lebih nyaman jika Anda menginginkan kondisi berjalan kaki di luar ruangan yang lebih mudah.
Apa pun musimnya, mengecek prakiraan cuaca sebelum meninggalkan hotel tetap merupakan langkah yang baik.
Siapkan waktu sekitar 1–2 jam untuk menikmati kunjungan dengan nyaman.
Jika Anda hanya ingin berjalan sebentar dan melihat monyet, sekitar satu jam mungkin sudah cukup.
Namun, jika ingin berjalan lebih santai sambil menikmati jalur hutan, area pura, mengambil foto, dan mengamati satwa, sebaiknya alokasikan waktu mendekati dua jam.
Pertimbangkan juga waktu perjalanan jika Anda datang dari luar pusat Ubud.
Monyet di Monkey Forest Ubud sudah terbiasa melihat pengunjung, tetapi mereka tetap merupakan satwa semi-liar.
Jangan memberi makan, menyentuh, mengganggu, atau sengaja melakukan kontak mata dalam waktu lama dengan monyet.
Hindari membawa barang yang mudah diraih dalam posisi terbuka. Kacamata hitam, aksesori yang longgar, makanan, kantong plastik, dan barang serupa dapat menarik perhatian monyet yang penasaran.
Jika monyet mengambil barang Anda, jangan mencoba merebutnya secara paksa. Mintalah bantuan kepada petugas kawasan.
Tetap tenang dan hindari gerakan secara tiba-tiba.
Jangan mencoba memukul, mendorong, atau mengejar monyet tersebut. Perlahan menjauh dan mintalah bantuan petugas jika diperlukan.
Jika Anda mengalami gigitan atau cakaran, segera cari bantuan medis dan jangan menganggap luka tersebut sepele.
Kawasan ini memiliki klinik satwa dan fasilitas bantuan bagi pengunjung, tetapi mencegah kejadian tersebut tetap menjadi langkah terbaik.
Gunakan pakaian dan sepatu yang nyaman untuk berjalan di jalur hutan.
Karena kawasan ini juga memiliki area pura yang sakral, pakaian yang sopan sangat disarankan. Hindari menganggap tempat ini seperti destinasi pantai yang memungkinkan Anda menggunakan pakaian kasual atau terbuka tanpa pertimbangan.
Sebaiknya Anda juga mengurangi penggunaan aksesori yang longgar.
Sebelum masuk, amankan kacamata hitam, perhiasan, topi, tas, dan barang lain yang mudah diambil oleh monyet.
Air minum dalam jumlah secukupnya dapat membantu jika Anda akan berjalan cukup lama. Namun, hindari memperlihatkan makanan di sekitar monyet dan ikuti aturan terbaru mengenai barang yang boleh dibawa masuk.
Monkey Forest Ubud berada di Jalan Monkey Forest, Padangtegal, Ubud.
Jika Anda menginap di pusat Ubud, berjalan kaki dapat menjadi pilihan yang praktis karena kawasan ini berada dekat dengan sejumlah destinasi utama lainnya.
Bagi wisatawan yang menginap lebih jauh, kendaraan pribadi, taksi, atau motor dapat memberikan fleksibilitas lebih besar.
Motor juga bisa menjadi pilihan praktis jika Monkey Forest merupakan salah satu dari beberapa destinasi dalam itinerary Bali Anda. Setelah mengunjungi kawasan ini, Anda dapat melanjutkan perjalanan ke destinasi lain tanpa harus mengatur kendaraan baru untuk setiap perjalanan.
Jika memilih berkendara, pastikan Anda memiliki SIM C yang sesuai dan memahami kondisi lalu lintas serta jalan di Bali sebelum berangkat.
Salah satu keuntungan mengunjungi Monkey Forest adalah lokasinya yang berada di kawasan Ubud.
Setelah menjelajahi kawasan hutan, Anda dapat melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di sekitar pusat Ubud, tergantung jadwal perjalanan Anda.
Beberapa pilihan yang bisa dikunjungi antara lain Ubud Palace, Ubud Art Market, dan Campuhan Ridge Walk.
Anda juga dapat menjelajahi kafe, restoran, galeri, dan toko-toko yang berada di sekitar pusat Ubud.
Jika menggunakan motor, menyusun beberapa destinasi yang lokasinya berdekatan dalam satu rute dapat membuat perjalanan Anda lebih efisien daripada harus bolak-balik menuju kawasan yang berjauhan.
Monkey Forest Ubud dapat menjadi pilihan yang sesuai untuk itinerary Anda di Bali jika Anda ingin memadukan pengamatan satwa, budaya Bali, pura, dan pengalaman berjalan di hutan tropis dalam satu destinasi.
Destinasi ini mungkin kurang sesuai jika Anda tidak nyaman berada dekat dengan satwa semi-liar atau lebih menyukai suasana pura yang sepenuhnya tenang dan terkendali.
Hal terpenting adalah datang dengan ekspektasi yang tepat. Monkey Forest Ubud bukan sekadar tempat untuk mengambil foto bersama monyet.
Kawasan ini merupakan lanskap budaya dan alam yang mengharuskan pengunjung menghormati satwa sekaligus ruang-ruang sakral yang ada di dalamnya.

Cinchy menyediakan motor yang terawat dan rutin diservis sehingga dapat menjadi pilihan praktis jika Anda ingin menjelajahi lebih banyak destinasi di luar pusat Ubud.
Anda dapat mengecek ketersediaan motor secara real-time melalui website sebelum melakukan pemesanan, sehingga Anda bisa melihat unit yang tersedia sesuai tanggal perjalanan, baik saat musim ramai maupun periode yang lebih sepi.
Untuk perjalanan ke Monkey Forest Ubud, kategori Comfort cocok untuk perjalanan yang lebih jauh. Pilihannya mencakup Yamaha NMAX dan Honda PCX, dengan tarif mulai dari IDR 155K/hari, IDR 125K/hari untuk paket mingguan, atau IDR 80K/hari untuk paket bulanan.
Setiap rental sudah termasuk helm. Anda juga dapat menambahkan Brand New Helmet - Be the First to Use dengan biaya IDR 100.000.
Cinchy juga menyediakan customer support 24/7 serta layanan pengantaran di beberapa lokasi di Bali.
Pengantaran gratis tersedia ke I Gusti Ngurah Rai Airport, Seminyak, Kuta, dan Legian, sementara Canggu mulai dari IDR 20.000, Sanur mulai dari IDR 40.000, dan Nusa Dua mulai dari IDR 65.000.
Dengan pilihan tersebut, Anda dapat mengambil motor di lokasi yang nyaman dan menggunakannya untuk perjalanan menuju Ubud.
Berencana mengunjungi Monkey Forest Ubud sekaligus menjelajahi lebih banyak tempat di Ubud?