

Jl. Plawa No.50, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
CALL US 24/7
(+62-851-7424-6249)
Tersalin!Partner Pembayaran
© 2026 HAK CIPTA CINCHY.
scroll for more! ⟶
Cinchy Blog / Itinerary Sehari di Ubud: Rute Wisata Terbaik [Panduan 2026]
Diterbitkan: 17 Jul 2026

By Syahrial Maulana Sudarto
Travel Enthusiast

Jawaban Cepat
“If you want to go to Ubud...”
Planning a day trip to Ubud is absolutely worth it if you focus on the area's highlights and start your journey early. From lush rice terraces and sacred temples to vibrant local markets and scenic walking trails, this itinerary helps you experience the best of Ubud in one day while making the most of your time in Bali.
Gratis Pembatalan
Dukungan 24/7
Asuransi
Tanggal Mulai - Tanggal Selesai
Waktu Mulai
Waktu Selesai
Durasi
0 Hari
Poin Penting:
Ya, satu hari sudah cukup untuk menikmati berbagai destinasi utama di Ubud, asalkan rute perjalanan Anda tersusun dengan baik.
Kuncinya bukan mengunjungi sebanyak mungkin tempat wisata, melainkan memilih destinasi yang benar-benar merepresentasikan pesona Ubud.
Banyak wisatawan menghabiskan dua hingga tiga hari di kawasan ini.
Namun, jika waktu liburan Anda terbatas dan menginap di Seminyak, Canggu, Kuta, atau area sekitarnya, wisata sehari di Ubud tetap menjadi pilihan yang sangat layak.
Dengan berangkat lebih pagi, Anda dapat mengunjungi beberapa ikon wisata Ubud tanpa perlu berpindah hotel.
Selain lebih praktis, perjalanan juga terasa lebih santai karena tidak perlu mengejar waktu di setiap destinasi.
Intinya sederhana: mulai perjalanan lebih awal, susun rute yang efisien, lalu nikmati setiap pemberhentian tanpa harus terburu-buru.
Itinerary terbaik bukanlah yang berisi destinasi paling banyak, melainkan yang mampu menyeimbangkan waktu perjalanan dan pengalaman wisata.
Dengan rute yang efisien, Anda bisa menikmati setiap tempat tanpa menghabiskan terlalu banyak waktu di jalan.
| Waktu | Destinasi |
| 07.00 | Berangkat dari Seminyak |
| 08.15 | Tegalalang Rice Terrace |
| 10.00 | Pura Tirta Empul |
| 12.30 | Makan siang di pusat Ubud |
| 14.00 | Sacred Monkey Forest Sanctuary |
| 15.30 | Ubud Palace & Ubud Art Market |
| 17.15 | Campuhan Ridge Walk |
| Sore–Malam | Kembali ke Seminyak |
Rute ini dirancang agar Anda tidak perlu bolak-balik melewati jalan yang sama. Masih ada cukup waktu jika ingin berhenti sejenak di café dengan pemandangan sawah atau menikmati suasana pedesaan khas Bali selama perjalanan.
Berangkat sebelum pukul 07.00 memberikan keuntungan besar karena jalanan masih relatif lengang dan objek wisata belum terlalu ramai.
Hasilnya, waktu Anda lebih banyak dihabiskan untuk menikmati Ubud, bukan terjebak macet.
Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan wisatawan adalah baru memulai perjalanan setelah sarapan. Sekilas memang terdengar santai, tetapi lalu lintas menuju Ubud biasanya mulai padat pada pagi hari, terutama dari arah Seminyak, Canggu, maupun Kuta.
Dari Seminyak, perjalanan menuju Ubud umumnya memakan waktu sekitar 60–90 menit, tergantung kondisi lalu lintas.
Berangkat lebih awal juga membuat Anda bisa tiba di Tegalalang Rice Terrace sebelum rombongan bus wisata mulai berdatangan.
Bagi Anda yang ingin lebih leluasa selama perjalanan, menyewa motor menjadi pilihan yang sangat praktis. Dibandingkan mengikuti tur dengan jadwal tetap, Anda bebas menentukan kapan harus berhenti, beristirahat, atau menikmati pemandangan di sepanjang jalan.
Untuk perjalanan yang cukup jauh seperti ini, kenyamanan motor tentu menjadi faktor penting. Karena itu, motor Comfort dari Cinchy yang terdiri dari Yamaha NMAX dan Honda PCX menjadi pilihan yang ideal.
Dengan harga mulai dari Rp155.000 per hari, kategori ini menawarkan posisi duduk yang lebih lega dan pengalaman berkendara yang lebih nyaman, terutama jika Anda bepergian bersama pasangan atau membawa tas perjalanan.
Tegalalang Rice Terrace adalah destinasi terbaik untuk mengawali perjalanan karena suasananya masih sejuk, pencahayaannya indah, dan jumlah pengunjung belum terlalu banyak.
Sulit rasanya membahas tempat wisata di Ubud tanpa menyebut Tegalalang Rice Terrace.
Lanskap sawah bertingkat yang hijau ini telah menjadi salah satu ikon Bali yang paling dikenal wisatawan dari berbagai negara.
Anda bisa berjalan menyusuri jalur di antara persawahan selama kurang lebih satu jam. Namun, banyak pengunjung yang memilih menghabiskan waktu lebih lama untuk berfoto atau sekadar menikmati kopi di café yang menghadap langsung ke hamparan sawah.
Datang pada pagi hari memberikan beberapa keuntungan, seperti:
Jika tertarik mencoba Bali Swing, tersedia beberapa operator di sekitar kawasan Tegalalang. Aktivitas ini memang cukup populer, tetapi sifatnya opsional.
Anda bisa melewatinya apabila ingin lebih banyak menghabiskan waktu menjelajahi destinasi budaya lainnya di Ubud.
Sebelum melanjutkan perjalanan, sempatkan menikmati secangkir kopi Bali sambil memandang hamparan sawah. Pengalaman sederhana seperti ini justru sering menjadi momen yang paling membekas selama berwisata di Ubud.
Pura Tirta Empul menawarkan pengalaman budaya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang masih dijaga hingga sekarang.
Berjarak sekitar 20 menit dari Tegalalang, Pura Tirta Empul merupakan salah satu pura Hindu paling penting di Bali.
Pura ini dibangun di sekitar mata air alami yang dipercaya suci dan terkenal dengan kolam melukat atau ritual penyucian diri yang masih dilakukan oleh masyarakat Hindu maupun wisatawan.
Meski Anda tidak berencana mengikuti prosesi melukat, pura ini tetap layak dikunjungi karena suasananya yang tenang, arsitekturnya yang khas Bali, dan nilai budaya yang masih sangat terasa.
Saat berkunjung ke Tirta Empul, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Untuk tahu bagaimana etika saat berkunjung ke pura dengan sopan, bisa cek selengkapnya di sini: Panduan Etika Mengunjungi Pura di Bali untuk Wisatawan.
Untuk menikmati seluruh area pura dengan santai, siapkan waktu sekitar 60–90 menit.
Lebih dari sekadar destinasi wisata, Pura Tirta Empul masih menjadi tempat ibadah yang aktif hingga saat ini.
Berkunjung ke sini akan memberikan Anda gambaran yang lebih utuh mengenai budaya Bali, jauh melampaui pantai dan kawasan resor yang selama ini lebih dikenal wisatawan.
Pusat Ubud menawarkan banyak pilihan tempat makan, mulai dari warung lokal hingga café modern yang nyaman.
Setelah menghabiskan pagi menjelajahi sawah dan pura, inilah waktu yang tepat untuk beristirahat sekaligus mengisi energi sebelum melanjutkan perjalanan.
Apa pun selera Anda, hampir semua jenis kuliner bisa ditemukan di kawasan ini. Mulai dari hidangan khas Bali, masakan Indonesia, hingga menu internasional tersedia dalam jarak yang saling berdekatan.
Beberapa pilihan yang layak dicoba antara lain:
Jika Anda datang sekitar pukul 12.00–13.30, sebaiknya datang sedikit lebih awal agar tidak perlu mengantre terlalu lama.
Tak perlu terburu-buru. Nikmati waktu makan siang Anda sebelum kembali melanjutkan itinerary sehari di Ubud.
Sacred Monkey Forest Sanctuary menghadirkan perpaduan antara alam, satwa liar, dan warisan budaya dalam satu destinasi.
Tak heran jika tempat ini selalu masuk dalam daftar tempat wisata di Ubud yang paling populer.
Kawasan konservasi ini menjadi rumah bagi ratusan monyet ekor panjang (long-tailed macaques).
Namun, Monkey Forest bukan hanya tempat untuk melihat satwa liar.
Di dalamnya juga terdapat beberapa pura kuno yang dikelilingi pepohonan beringin raksasa, menciptakan suasana yang teduh dan menenangkan.
Sebagian besar wisatawan menghabiskan waktu sekitar satu hingga satu setengah jam untuk berjalan menyusuri jalur yang tersedia.
Agar kunjungan Anda tetap nyaman, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan:
Meskipun sudah terbiasa dengan kehadiran manusia, monyet-monyet di sini tetap merupakan satwa liar. Memberi mereka ruang adalah cara terbaik agar pengalaman wisata tetap aman dan menyenangkan.
Selain melihat satwa, suasana hutan yang rindang membuat Monkey Forest menjadi tempat yang tepat untuk beristirahat sejenak dari ramainya kawasan wisata Ubud.
Ubud Palace dan Ubud Art Market menjadi destinasi yang tepat untuk menikmati sisi seni dan budaya Bali di sore hari.
Kedua tempat ini hanya berjarak beberapa menit dari Monkey Forest dan dapat dijelajahi dengan berjalan kaki.
Dahulu merupakan kediaman keluarga kerajaan Ubud, Ubud Palace menampilkan arsitektur khas Bali dengan ukiran batu yang detail, gerbang tradisional, dan halaman yang tertata indah.
Meskipun ukurannya tidak terlalu besar, tempat ini menjadi salah satu landmark paling ikonik di pusat Ubud.
Jika Anda menginap di Ubud, pada malam hari biasanya diadakan pertunjukan tari tradisional Bali yang terbuka untuk wisatawan.
Tepat di seberang Ubud Palace, Anda akan menemukan Ubud Art Market, salah satu pasar seni paling terkenal di Bali.
Di sini Anda bisa menemukan berbagai produk buatan pengrajin lokal, seperti:
Berbeda dengan pusat oleh-oleh modern, sebagian besar produk di pasar ini dibuat langsung oleh para perajin lokal.
Jangan ragu untuk menawar dengan sopan karena proses tawar-menawar memang sudah menjadi bagian dari budaya berbelanja di Bali.
Bahkan jika Anda tidak berniat membeli apa pun, berjalan-jalan di sekitar pasar tetap menjadi pengalaman yang menyenangkan untuk merasakan kehidupan lokal di pusat Ubud.
Campuhan Ridge Walk adalah tempat terbaik untuk mengakhiri perjalanan dengan suasana yang tenang dan pemandangan alam yang menyegarkan.
Setelah seharian mengunjungi berbagai objek wisata, jalur ini menawarkan pengalaman yang jauh lebih santai.
Jalur pejalan kaki yang membelah perbukitan hijau ini menjadi favorit wisatawan yang ingin menikmati udara segar, berjalan santai, atau sekadar menikmati panorama Ubud dari sudut yang berbeda.
Waktu terbaik untuk datang adalah sekitar satu jam sebelum matahari terbenam.
Pada waktu tersebut, suhu udara mulai terasa lebih nyaman, cahaya matahari menjadi lebih lembut, dan warna hijaunya perbukitan terlihat semakin indah.
Luangkan waktu sekitar 45–60 menit untuk menikmati suasana sebelum kembali menuju Seminyak.
Biaya wisata sehari di Ubud cukup fleksibel dan dapat disesuaikan dengan gaya perjalanan Anda.
Jika ingin lebih hemat sekaligus bebas mengatur waktu, menyewa motor menjadi salah satu pilihan transportasi yang paling efisien.
| Kebutuhan | Estimasi Biaya |
| Sewa motor | Mulai dari Rp155.000/hari |
| Bahan bakar | Rp40.000–Rp60.000 |
| Tiket Tegalalang Rice Terrace | Menyesuaikan tarif yang berlaku |
| Tiket Pura Tirta Empul | Menyesuaikan tarif yang berlaku |
| Tiket Sacred Monkey Forest Sanctuary | Menyesuaikan tarif yang berlaku |
| Makan siang | Rp75.000–Rp200.000 |
| Kopi atau camilan | Rp40.000–Rp100.000 |
| Parkir | Biaya parkir di beberapa lokasi |
Secara keseluruhan, itinerary sehari di Ubud tetap ramah di kantong, terutama jika Anda bepergian secara mandiri tanpa mengikuti paket tur.
Persiapan yang matang akan membuat perjalanan Anda jauh lebih menyenangkan.
Dengan sedikit perencanaan, Anda bisa menghabiskan lebih banyak waktu menikmati berbagai destinasi wisata dibandingkan terjebak macet atau mengantre di tempat wisata.
Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan sebelum memulai perjalanan:
Yang tidak kalah penting, jangan memaksakan diri mengunjungi semua tempat wisata di Ubud dalam satu hari.
Menikmati setiap destinasi dengan santai justru akan membuat pengalaman liburan Anda terasa jauh lebih berkesan.
Jika waktu Anda terbatas, sebaiknya prioritaskan destinasi utama dibanding memaksakan mengunjungi terlalu banyak tempat.
Di sekitar Ubud memang terdapat banyak objek wisata menarik. Namun, semakin banyak lokasi yang dikunjungi, semakin banyak pula waktu yang habis di perjalanan.
Jika ingin menghemat waktu, Anda bisa mempertimbangkan untuk melewatkan:
Sebagai gantinya, fokuslah pada destinasi yang benar-benar menjadi ikon Ubud, yaitu:
Perpaduan destinasi tersebut sudah mampu memberikan pengalaman yang lengkap, mulai dari wisata alam, budaya, sejarah, hingga suasana khas Ubud tanpa membuat jadwal perjalanan terasa terlalu padat.
Tidak semua orang menikmati perjalanan dengan cara yang sama. Kabar baiknya, Ubud memiliki banyak pilihan aktivitas yang bisa disesuaikan dengan gaya liburan masing-masing.
Luangkan lebih banyak waktu di café dengan pemandangan sawah, berjalan santai di Campuhan Ridge Walk saat sore hari, lalu tutup perjalanan dengan makan malam romantis di pusat Ubud.
Anda bisa melewati Bali Swing dan memilih destinasi yang lebih ramah untuk semua usia, seperti Sacred Monkey Forest Sanctuary, Ubud Palace, dan Ubud Art Market.
Salah satu keuntungan menyewa motor adalah kebebasan mengatur perjalanan. Anda bisa berhenti kapan saja di viewpoint, café, galeri seni, atau sudut-sudut Ubud yang menarik perhatian.
Datanglah ke Tegalalang Rice Terrace pada pagi hari untuk mendapatkan pencahayaan terbaik, kemudian kunjungi Campuhan Ridge Walk menjelang matahari terbenam agar memperoleh suasana golden hour yang cantik.

Menyewa motor menjadi pilihan terbaik bagi Anda yang ingin menikmati perjalanan dengan lebih fleksibel.
Anda bebas menentukan rute, berhenti kapan saja, dan tidak perlu mengikuti jadwal tur yang sudah ditentukan.
Jika sudah terbiasa berkendara, motor memberi kebebasan untuk mampir ke café, spot foto, atau tempat-tempat menarik yang sering kali tidak termasuk dalam paket wisata.
Untuk perjalanan dari Seminyak menuju Ubud, memilih motor yang nyaman tentu akan membuat pengalaman berkendara terasa jauh lebih menyenangkan.
Cinchy jadi salah satu pilihan rental motor di Bali yang bisa Anda percayakan untuk eksplor di Bali, termasuk ke Ubud.
Motor kategori Comfort dari Cinchy yang terdiri dari Honda PCX dan Yamaha NMAX sangat direkomendasikan untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh.
Setiap penyewaan motor di Cinchy juga sudah dilengkapi dengan berbagai perlengkapan penting, seperti:
Jika dibutuhkan, Anda juga dapat menambahkan beberapa opsi tambahan, seperti helm baru, visor helm baru, maupun pengisian bahan bakar penuh sebelum perjalanan dimulai.
Booking your scooter in advance helps ensure availability, especially during Bali's busy travel seasons.

Baik Anda baru pertama kali berlibur ke Bali maupun sudah beberapa kali berkunjung, mengikuti itinerary sehari di Ubud adalah salah satu cara terbaik untuk menikmati sisi budaya dan alam Pulau Dewata.
Mulai dari keindahan Tegalalang Rice Terrace, suasana sakral Pura Tirta Empul, ramainya Ubud Art Market, hingga ketenangan Campuhan Ridge Walk, setiap destinasi menghadirkan pengalaman yang berbeda dalam satu perjalanan.
Agar perjalanan semakin nyaman, gunakan motor Comfort dari Cinchy seperti Honda PCX atau Yamaha NMAX yang dirancang untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh.
Seluruh motor di Cinchy menjalani servis rutin sehingga selalu dalam kondisi prima saat digunakan. Proses penyewaannya pun praktis, cepat, dan didukung layanan pelanggan yang siap membantu selama 24 jam.
Jika Anda baru tiba di Bali, motor dapat langsung diantar ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan biaya yang terjangkau.
Anda juga bisa menikmati layanan pickup dan delivery gratis di area Seminyak, sehingga perjalanan menuju Ubud bisa dimulai tanpa harus repot mencari transportasi terlebih dahulu.
👉 Sewa motor di Cinchy sekarang, pesan lebih awal dan hemat 5% dengan kode promo EARLY5!
Jika Anda masih ragu tentang langkah selanjutnya, jangan khawatir — kami siap membantu menjawab semua pertanyaan dan kekhawatiran Anda.
Yes. While you won't see every attraction, one day is enough to visit Ubud's most famous landmarks if you start early and follow an efficient itinerary.
Renting a scooter gives you the greatest flexibility, allowing you to travel at your own pace and visit multiple attractions without relying on fixed tour schedules.
Costs vary depending on your activities, but most independent travelers can enjoy a full day, including scooter rental, entrance fees, fuel, and meals, for a reasonable budget.
If you're comfortable riding on public roads and hold a valid driving license, many routes to Ubud are manageable. However, Bali's traffic can become busy during peak hours, so beginners should ride cautiously and avoid rushing.
Wear modest clothing that covers your shoulders and knees. Most temples provide or rent sarongs if needed.