

Jl. Plawa No.50, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
CALL US 24/7
(+62-851-7424-6249)
Tersalin!Partner Pembayaran
© 2026 HAK CIPTA CINCHY.
scroll for more! ⟶
Cinchy Blog / Cara Mengerem Motor yang Benar [Tips Berkendara di Bali]
Diterbitkan: 06 Sep 2026

By Syahrial Maulana Sudarto
Travel Enthusiast

Jawaban Cepat
“What is the best way to brake a motorcycle?”
The best way to brake a scooter is to use both the front and rear brakes smoothly and progressively. Start with gentle pressure, then increase it as needed while keeping the scooter stable. Avoid grabbing the front brake or relying only on the rear brake, and adjust your technique for wet, slippery, downhill, and uneven Bali roads.
Gratis Pembatalan
Dukungan 24/7
Asuransi
Tanggal Mulai - Tanggal Selesai
Waktu Mulai
Waktu Selesai
Durasi
0 Hari
Poin Penting:
Teknik pengereman motor yang paling aman adalah menggunakan kedua rem secara bersamaan dan memberikan tekanan secara bertahap.
Tujuannya bukan menentukan bahwa salah satu rem selalu lebih penting, melainkan mengatur penggunaan kedua rem sesuai kecepatan, kondisi jalan, dan daya cengkeram yang tersedia.
Saat Anda mengerem, beban motor secara alami berpindah ke roda depan. Hal ini membuat ban depan mendapatkan beban lebih besar sehingga rem depan dapat memberikan daya pengereman yang lebih besar.
Di saat yang sama, beban pada roda belakang berkurang, sehingga tekanan rem belakang yang terlalu kuat dapat membuat roda belakang terkunci atau selip.
Untuk berkendara sehari-hari, berikan tekanan yang terkontrol pada kedua rem. Jika Anda perlu berhenti lebih cepat, tingkatkan tekanan secara bertahap sambil menjaga motor tetap stabil dan sebisa mungkin dalam posisi tegak.
Kuncinya adalah pengereman yang halus dan terkontrol, bukan pengereman mendadak.
Rem depan merupakan bagian penting dalam teknik pengereman motor karena proses pengereman membuat beban berpindah ke bagian depan motor.
Ketika lebih banyak beban berpindah ke ban depan, ban tersebut umumnya memiliki kemampuan menghasilkan daya pengereman yang lebih besar. Namun, bukan berarti Anda harus langsung menarik rem depan sekuat mungkin.
Jika Anda masih ragu tentang langkah selanjutnya, jangan khawatir — kami siap membantu menjawab semua pertanyaan dan kekhawatiran Anda.
Use both the front and rear brakes smoothly and progressively. The front brake can provide more braking force as weight transfers forward, while the rear brake adds stopping power and stability.
For most situations, use both brakes rather than relying exclusively on one. The amount of pressure needed on each brake changes according to speed, traction, road conditions, and the type of scooter.
Close the throttle, keep the scooter as upright as possible, and apply both brakes firmly and progressively. Avoid sudden steering movements while braking heavily.
Reduce your speed early, increase your following distance, and use smooth braking inputs because wet surfaces generally provide less tyre grip.
Reduce your speed before entering the descent, then maintain a controlled speed using both brakes. Avoid excessive continuous braking that can cause the braking system to overheat.
ABS can help prevent wheel lock during hard braking, but it cannot overcome excessive speed or a lack of tyre grip.

Tips Naik Motor Matic di Tanjakan di Bali

Ini 7 Rekomendasi Motor Kuat Tanjakan Terbaik di Bali

Bisakah ke Bali Utara Naik Motor Cinchy? [Panduan 2026]

Di Mana Saya Bisa Menemukan Rental Motor Cinchy Bali?

Cinchy Bali: Rental Motor untuk Pemula – Khusus Motor Matic!

Bagaimana Jika Saya Butuh Bantuan saat Sewa Motor di Cinchy?
Menarik rem depan secara mendadak dapat membuat daya cengkeram yang tersedia tidak mencukupi dan membuat motor kehilangan kestabilan, terutama di permukaan jalan yang basah atau licin.
Sebaliknya, gunakan rem depan secara bertahap. Mulailah dengan tekanan yang terkontrol, lalu tingkatkan tekanannya sesuai kebutuhan saat motor mulai melambat.
Rem belakang memberikan tambahan daya pengereman dan membantu menjaga motor tetap stabil ketika Anda mengurangi kecepatan.
Rem belakang juga sangat berguna untuk mengontrol kecepatan pada laju rendah, di tengah kemacetan, dan ketika melakukan manuver tertentu pada kecepatan rendah.
Namun, perlu diingat bahwa pengereman keras membuat beban berpindah dari roda belakang.
Karena daya cengkeram ban belakang berkurang saat pengereman berat, menekan rem belakang terlalu keras dapat membuat roda belakang terkunci atau selip.
Ya. Dalam sebagian besar situasi pengereman normal maupun darurat, menggunakan kedua rem secara halus dan bertahap akan memberikan kontrol yang lebih baik dibandingkan hanya mengandalkan rem depan atau rem belakang.
Besarnya tekanan pada masing-masing rem tidak memiliki persentase yang selalu sama.
Tekanan tersebut dapat berubah tergantung pada kecepatan, permukaan jalan, daya cengkeram ban, desain motor, kemiringan jalan, beban, serta apakah motor dilengkapi ABS atau CBS.
Prinsipnya sederhana: Gunakan kedua rem dan sesuaikan tekanannya secara bertahap.
Gunakan teknik Siapkan → Tekan → Lepaskan berikut ketika melakukan pengereman.
Tutup gas secara perlahan segera setelah Anda memutuskan untuk mengurangi kecepatan.
Hal ini akan menghentikan akselerasi dan membantu motor mulai mengurangi kecepatan sebelum Anda memberikan tekanan rem yang lebih kuat.
Fokuskan pandangan ke arah jalan di depan, bukan hanya melihat kendaraan, lubang, atau rintangan yang berada tepat di depan Anda.
Dengan melihat jauh ke depan, Anda memiliki lebih banyak waktu untuk mengenali lalu lintas, pejalan kaki, tikungan, kerusakan jalan, dan permukaan yang licin.
Berikan tekanan ringan pada kedua rem.
Tahap awal pengereman ini membantu motor menjadi lebih stabil sekaligus mulai memindahkan beban ke roda depan.
Jika Anda perlu mengurangi kecepatan dengan lebih cepat, tingkatkan tekanan pada rem secara perlahan.
Jangan menarik rem depan secara tiba-tiba atau menekan rem belakang terlalu keras. Tekanan pengereman harus disesuaikan dengan seberapa cepat Anda perlu berhenti dan seberapa besar daya cengkeram yang tersedia.
Ketika Anda sudah mendekati kecepatan yang diinginkan atau hampir berhenti sepenuhnya, kurangi tekanan rem secara bertahap.
Melepaskan rem dengan halus membantu menjaga motor tetap stabil dan membuat proses berhenti terasa lebih terkontrol.
Tidak ada tingkat tekanan rem yang berlaku untuk semua situasi.
Pada permukaan aspal yang bersih dan kering dengan kondisi ban yang baik, Anda umumnya memiliki daya cengkeram yang lebih besar sehingga dapat melakukan pengereman dengan lebih kuat.
Sebaliknya, di jalan basah, kerikil, pasir, permukaan yang dicat, atau area licin lainnya, Anda sebaiknya mengerem lebih awal dan dengan tekanan yang lebih lembut.
Daripada menganggap pengereman harus selalu menggunakan pembagian 70/30 atau 50/50, lebih baik pahami konsep brake modulation atau pengaturan tekanan rem.
Mulailah dengan halus, rasakan respons motor, lalu tingkatkan atau kurangi tekanan sesuai dengan situasi yang Anda hadapi.
Pengereman darurat mengharuskan Anda menghentikan motor secepat mungkin tanpa kehilangan kendali.
Jika tiba-tiba ada kendaraan, pejalan kaki, hewan, atau rintangan lain di depan, tutup gas dan jaga motor agar tetap tegak serta lurus sebisa mungkin.
Gunakan kedua rem dengan kuat tetapi tetap bertahap. Hindari melakukan gerakan setang secara tiba-tiba ketika melakukan pengereman keras, kecuali Anda memang perlu melakukan manuver untuk menghindari bahaya secara langsung.
Jika motor Anda memiliki ABS, tetap berikan tekanan rem yang kuat dan biarkan sistem tersebut membantu mencegah roda terkunci.
Hal terpenting adalah jangan panik dan langsung menarik salah satu rem secara mendadak.
Pengereman darurat merupakan keterampilan yang sebaiknya dilatih di area yang aman dan terbuka sebelum Anda harus menggunakannya di lalu lintas sebenarnya.
Motor tanpa ABS membutuhkan pengaturan tekanan rem yang lebih hati-hati karena roda dapat terkunci jika tekanan pengereman melebihi daya cengkeram yang tersedia.
Jika roda depan mulai terkunci, segera kurangi tekanan pada rem depan dan biarkan ban kembali berputar sebelum memberikan tekanan rem lagi secara bertahap.
Roda depan yang terkunci dapat menyebabkan hilangnya kontrol kemudi secara serius.
Roda belakang yang terkunci juga dapat membuat motor tidak stabil, terutama jika roda belakang mulai bergeser ke samping.
Pendekatan terbaik adalah mencegah roda sampai terkunci dengan menggunakan rem secara bertahap dan menyesuaikan teknik pengereman dengan kondisi jalan.
ABS, atau Anti-lock Braking System, membantu mencegah roda terkunci saat melakukan pengereman keras.
Fitur ini sangat berguna ketika Anda tiba-tiba perlu berhenti atau ketika daya cengkeram yang tersedia berkurang.
Namun, ABS tidak menciptakan daya cengkeram tambahan. Motor tetap dapat kehilangan traksi jika Anda memasuki tikungan dengan kecepatan terlalu tinggi, mengerem terlalu keras di permukaan yang sangat licin, atau berkendara lebih cepat daripada kondisi jalan memungkinkan.
Karena itu, ABS sebaiknya dianggap sebagai fitur keselamatan tambahan, bukan pengganti teknik pengereman motor yang benar.
Jika motor Anda dilengkapi ABS, pelajari bagaimana sistem tersebut terasa saat bekerja melalui pengereman yang terkontrol di tempat yang aman. Jangan menunggu sampai situasi darurat untuk pertama kali merasakan cara kerja ABS.
Jalan basah membutuhkan pengereman yang lebih awal dan halus karena daya cengkeram ban dapat berkurang secara signifikan.
Hujan sangat relevan ketika berkendara di Bali karena kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat dan membuat jalan menjadi basah selama atau setelah hujan.
Saat berkendara di jalan basah:
Jangan menganggap ABS membuat jalan basah sepenuhnya aman. ABS dapat membantu mengurangi risiko roda terkunci, tetapi tidak dapat mengatasi batas fisik daya cengkeram ban.
Teknik pengereman di jalan menurun yang baik dimulai sebelum memasuki turunan.
Jika Anda memasuki turunan curam dengan kecepatan terlalu tinggi, Anda mungkin harus terlalu lama mengandalkan rem. Pengereman secara terus-menerus dapat menghasilkan panas dan menyebabkan brake fade, yaitu menurunnya efektivitas sistem pengereman akibat panas berlebih.
Sebelum turun, kurangi kecepatan hingga berada pada tingkat yang nyaman dan mudah dikendalikan.
Selama melewati turunan, gunakan kedua rem dengan tekanan yang terkontrol dan jaga jarak aman agar memiliki waktu untuk merespons kendaraan di depan.
Anda juga dapat menggunakan engine braking jika sesuai, meskipun efeknya dapat berbeda pada setiap model motor matic.
Jangan hanya mengandalkan engine braking ketika Anda perlu berhenti.
Hal ini sangat penting ketika menjelajahi kawasan Bali yang berbukit, karena turunan curam dapat langsung berlanjut ke tikungan sempit, jalan kecil, atau area yang ramai.
Jika Anda ingin mengetahui cara berkendara dengan aman di jalan menanjak di Bali, baca artikel kami di sini: Cara Berkendara dengan Motor di Jalan Menanjak di Bali.
Dan jika Anda ingin mengetahui motor apa yang paling cocok untuk jalan menanjak, lihat rekomendasi kami di sini: 7 Motor Terbaik untuk Jalan Menanjak di Bali.
Idealnya, kurangi sebagian besar kecepatan sebelum memasuki tikungan.
Ban memiliki batas daya cengkeram yang tersedia. Ketika Anda mengerem, sebagian daya cengkeram tersebut digunakan untuk memperlambat motor. Ketika berbelok, ban juga membutuhkan daya cengkeram untuk mempertahankan arah dan jalur tikungan.
Memasuki tikungan dengan kecepatan yang terkontrol memberi Anda lebih banyak daya cengkeram yang tersedia untuk mengarahkan motor.
Jika Anda tiba-tiba perlu mengurangi kecepatan saat sedang menikung, hindari menarik rem secara mendadak atau melakukan gerakan setang secara tiba-tiba. Gunakan pengereman yang halus dan terkontrol, lalu fokus untuk menjaga kestabilan motor.
Strategi yang paling aman adalah mengantisipasi tikungan, mengurangi kecepatan sebelumnya, dan memasuki tikungan dengan kecepatan yang memungkinkan Anda tetap mengendalikan motor.
Berkendara di Bali dapat mempertemukan Anda dengan berbagai kondisi jalan yang membutuhkan perhatian lebih dibandingkan permukaan jalan yang bersih dan kering.
Kurangi kecepatan dan mulai mengerem lebih awal ketika hujan membuat permukaan jalan menjadi licin.
Atur kecepatan sebelum memasuki turunan daripada menunggu sampai motor sudah melaju terlalu cepat.
Material lepas di permukaan jalan dapat mengurangi daya cengkeram secara signifikan. Kurangi kecepatan secara bertahap dan hindari pengereman atau perubahan arah secara tiba-tiba.
Marka jalan yang dicat dapat menjadi licin ketika basah. Lewati dengan halus dan hindari melakukan pengereman mendadak ketika motor tepat berada di atasnya.
Perhatikan kondisi jalan di depan dan kurangi kecepatan sebelum melewati bagian jalan yang rusak. Hindari melakukan pengereman atau perubahan arah secara tiba-tiba tepat di atas rintangan.
Area yang ramai dapat melibatkan mobil, motor, pejalan kaki, dan kendaraan yang tiba-tiba berpindah jalur. Berikan jarak lebih jauh dengan kendaraan di depan agar Anda memiliki lebih banyak waktu untuk bereaksi.
Beberapa kesalahan yang umum dilakukan antara lain:
Pengereman yang baik dimulai bahkan sebelum Anda menyentuh tuas rem. Membaca kondisi jalan di depan dan memilih kecepatan yang aman juga merupakan bagian dari teknik pengereman yang efektif.
Cara terbaik untuk meningkatkan teknik pengereman adalah berlatih di area yang aman, terbuka, dan minim lalu lintas.
Berkendaralah dengan kecepatan rendah dan terkontrol, lalu berlatih menggunakan kedua rem secara halus hingga Anda dapat berhenti tanpa gerakan mendadak di akhir pengereman.
Mulai dengan tekanan ringan dan tingkatkan secara perlahan. Perhatikan bagaimana beban motor berpindah ke bagian depan ketika Anda mengerem.
Setelah pengereman normal terasa nyaman, berlatihlah melakukan pengereman yang lebih kuat secara bertahap dengan kecepatan yang tetap terkontrol.
Jaga motor tetap tegak dan hindari melakukan gerakan setang secara tiba-tiba.
Jika motor Anda memiliki ABS, pelajari bagaimana rasanya ketika sistem tersebut aktif saat melakukan pengereman dengan tekanan kuat.
Lakukan latihan hanya di lingkungan yang sesuai dan terkendali. Jangan sengaja menguji ABS pada kecepatan tinggi atau di jalan umum.
Teknik pengereman yang baik tidak dapat menggantikan kondisi motor yang tidak terawat.
Sebelum melakukan perjalanan yang lebih jauh, periksa tuas rem, respons rem, ban, tekanan ban, kampas rem, minyak rem, serta lampu indikator ABS jika motor Anda memilikinya.
Perhatikan suara yang tidak biasa, jarak gerak tuas rem yang terlalu dalam, kebocoran, getaran, atau penurunan performa pengereman yang terasa jelas.
Jika ada sesuatu yang terasa tidak normal, periksakan motor terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan.

Motor yang Anda gunakan memiliki peran penting dalam pengalaman berkendara secara keseluruhan, terutama jika Anda berencana bepergian ke berbagai area di luar pusat Bali.
Cinchy berfokus menjaga motor tetap mendapatkan perawatan rutin dan berada dalam kondisi baik untuk digunakan sehari-hari.
Proses rental juga dibuat sederhana, baik jika Anda membutuhkan motor untuk perjalanan singkat maupun itinerary Bali yang lebih panjang.
Cinchy menawarkan beberapa pilihan paket rental dan menyediakan customer support sepanjang waktu, sehingga Anda lebih mudah mendapatkan bantuan jika membutuhkannya selama masa rental.
Untuk perjalanan yang lebih jauh di Bali, kategori Comfort dapat menjadi pilihan yang praktis.
Kategori ini mencakup Yamaha NMAX dan Honda PCX, dua motor berukuran lebih besar yang menawarkan pengalaman berkendara lebih nyaman untuk rute yang lebih jauh.
Kategori Comfort mulai dari IDR 155K/hari, sedangkan rental mingguan mulai dari IDR 125K/hari dan rental bulanan mulai dari IDR 80K/hari.
Layanan delivery dan pickup tersedia di beberapa lokasi di Bali. Anda bisa mendapatkan delivery dan pickup gratis di I Gusti Ngurah Rai Airport, Seminyak, Kuta, dan Legian.
Delivery ke lokasi lainnya juga tersedia, mulai dari IDR 20.000 untuk Canggu, IDR 40.000 untuk Sanur, dan IDR 65.000 untuk Nusa Dua.
Rental Anda juga sudah dilengkapi perlengkapan praktis untuk berkendara di Bali, termasuk helm, hair net, phone holder, dan raincoat.
Jika membutuhkan perlengkapan tambahan, tersedia juga upgrade opsional seperti helm baru, visor baru, atau full tank bensin.
Customer support 24/7 dari Cinchy memberikan kemudahan tambahan jika Anda membutuhkan bantuan selama perjalanan.
Cinchy juga menyediakan beberapa pilihan asuransi sehingga Anda dapat memilih perlindungan sesuai kebutuhan.
Mengetahui cara mengerem motor yang benar merupakan salah satu keterampilan paling penting bagi siapa pun yang berkendara di Bali.
Gunakan kedua rem secara bertahap, antisipasi bahaya di depan, kurangi kecepatan sebelum memasuki tikungan dan turunan curam, serta berikan lebih banyak waktu dan jarak ketika kondisi jalan basah, licin, atau sulit diprediksi.
Jika Anda sedang mencari motor yang terawat untuk menjelajahi Bali, Cinchy menyediakan motor yang terawat, pilihan delivery dan pickup yang praktis, periode rental yang fleksibel, support 24/7, serta beberapa pilihan asuransi.