

Jl. Plawa No.50, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
CALL US 24/7
(+62-851-7424-6249)
Tersalin!Bantuan & Dukungan
Partner Pembayaran
© 2026 HAK CIPTA CINCHY.
scroll for more! ⟶
Cinchy Blog / Penglipuran Village Festival 2026: Info Jadwal & Acara
Diterbitkan: 22 Jun 2026

By Syahrial Maulana Sudarto
Travel Enthusiast

Gratis Pembatalan
Dukungan 24/7
Asuransi
Tanggal Mulai - Tanggal Selesai
Waktu Mulai
Waktu Selesai
Durasi
0 Hari
Jadi, intinya…
Penglipuran Village Festival 2026 menjadi salah satu acara budaya paling dinantikan di Bali.
Festival ini menawarkan kesempatan untuk merasakan tradisi Bali yang autentik serta praktik pariwisata berkelanjutan di salah satu desa terbersih di dunia.
Diselenggarakan setiap tahun di Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, festival ini mengangkat nilai-nilai kearifan lokal, warisan budaya, seni tradisional, dan pelestarian lingkungan.
Bagi Anda yang ingin merasakan pengalaman Bali yang autentik, festival ini sangat layak untuk dikunjungi.

Penglipuran Village Festival adalah festival budaya tahunan yang diselenggarakan di Desa Penglipuran, salah satu desa wisata di Bali yang terkenal karena keberhasilannya menjaga arsitektur tradisional, adat istiadat, serta kelestarian lingkungan.
Festival ini memiliki tiga tujuan utama.
Festival ini menjadi sarana untuk menampilkan sekaligus menjaga berbagai tradisi Bali seperti ritual adat, seni pertunjukan, musik tradisional, dan tarian yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Sebagai bagian dari konsep eco tourism, festival ini mendorong pengurangan penggunaan plastik, pengelolaan sampah yang lebih baik, serta berbagai program konservasi lingkungan yang sudah menjadi identitas Desa Penglipuran.
Festival ini juga memberikan ruang bagi masyarakat lokal, pengrajin, petani, dan pelaku UMKM untuk terlibat langsung dalam kegiatan ekonomi berbasis pariwisata.
Dengan cara ini, manfaat pariwisata bisa dirasakan langsung oleh masyarakat desa.
Lebih dari sekadar acara budaya, Penglipuran Village Festival menunjukkan bagaimana pariwisata bisa berjalan seimbang dengan pelestarian budaya dan lingkungan.
Sebelum datang ke festival ini, penting bagi Anda untuk memahami mengapa Desa Penglipuran begitu dikenal secara internasional.
Desa ini berada di Kabupaten Bangli dan sering disebut sebagai salah satu desa terbersih di dunia.
Salah satu alasan utamanya adalah aturan desa yang melarang kendaraan bermotor masuk ke area utama desa.
Hal ini membuat suasana desa tetap tenang, udara bersih, dan lingkungan sangat nyaman untuk dijelajahi.
Ciri khas lain yang mudah dikenali adalah arsitektur rumah penduduk yang seragam.
Setiap rumah memiliki gerbang tradisional Bali yang disebut Angkul-Angkul, yang dibangun menggunakan material lokal dan mempertahankan bentuk tradisionalnya.
Penataan desa mengikuti konsep Asta Kosala Kosali, yaitu sistem tata ruang tradisional Bali yang mengatur keseimbangan antara area suci, area hunian, dan area lainnya.
Selain itu, Desa Penglipuran juga dikelilingi oleh hutan bambu seluas sekitar 45 hektare yang berfungsi sebagai kawasan konservasi dan daerah resapan air.
Semua ini dipadukan dengan filosofi Tri Hita Karana yang menekankan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan, sehingga Desa Penglipuran menjadi contoh nyata pariwisata berkelanjutan di Bali.
Tema resmi Penglipuran Village Festival XIII adalah "Harmoni Bhumi Penglipuran: Menuju Pariwisata Inklusif, Berkelanjutan, dan Regeneratif".
Tema ini mencerminkan visi Desa Penglipuran untuk menghadirkan model pariwisata yang tidak hanya menguntungkan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal serta lingkungan sekitar.
Festival ini terbuka untuk semua pengunjung dari berbagai negara, sekaligus memastikan masyarakat lokal tetap menjadi bagian utama dalam setiap kegiatan.
Melalui penggunaan material ramah lingkungan, pengelolaan sampah, dan konsep desa yang tetap menjaga alam, Penglipuran terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata berkelanjutan.
Tidak hanya menjaga apa yang sudah ada, desa ini juga berupaya menciptakan dampak positif jangka panjang bagi budaya, alam, dan kehidupan masyarakatnya.

Acara di Bali bulan Juli 2026 yang satu ini menghadirkan berbagai kegiatan budaya, pertunjukan seni, serta aktivitas interaktif yang bisa Anda ikuti langsung.
Pembukaan festival ditandai dengan pawai budaya yang meriah di sepanjang jalan desa.
Anda dapat menyaksikan pertunjukan Baleganjur yang penuh energi, prosesi Gebogan dengan susunan buah dan bunga yang indah, tarian kolosal dari generasi muda desa, serta berbagai busana adat Bali.
Pawai ini menjadi salah satu momen terbaik untuk menikmati suasana festival sekaligus mengambil foto.
Pada tahun 2026, festival ini juga melibatkan desa-desa Babanuan yang memiliki hubungan sejarah dan budaya dengan Desa Penglipuran.
Kehadiran mereka menambah variasi budaya melalui ritual, seni, dan tradisi yang berbeda namun tetap selaras dengan budaya Bali secara umum.
Pengunjung tidak hanya menonton, tetapi juga dapat ikut serta dalam berbagai aktivitas seperti membuat anyaman bambu, mencoba kerajinan kayu, belajar tekstil tradisional Bali, hingga mengikuti kegiatan memasak makanan khas Bali.
Kegiatan ini memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat lokal.
Salah satu fokus utama festival ini adalah menjaga lingkungan tetap bersih dan berkelanjutan.
Anda akan menemukan area bebas plastik, penggunaan tumbler pribadi, dekorasi dari bahan ramah lingkungan, serta berbagai program edukasi tentang lingkungan.
Desa Penglipuran buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 18.30 WITA. Namun, sebagian besar kegiatan festival berlangsung pada sore hari.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari antara 08.00 hingga 11.00 untuk suasana yang lebih tenang, atau sore hari antara 15.00 hingga 18.00 untuk menikmati puncak acara seperti pawai budaya dan pertunjukan seni.
Mulai tahun 2026, seluruh pengunjung wajib membeli paket kunjungan terintegrasi.
| Kategori Pengunjung | Harga |
| Dewasa Domestik | Rp26.500 |
| Anak Domestik | Rp16.500 |
| Dewasa Mancanegara | Rp51.500 |
| Anak Mancanegara | Rp31.500 |
Biaya parkir:
Metode pembayaran yang tersedia meliputi tunai dan QRIS.
Untuk menuju Desa Penglipuran, Anda dapat menggunakan kendaraan dari Ubud, Kintamani, Sanur, Seminyak, Canggu, atau langsung dari Bandara Ngurah Rai.
Opsi transportasi paling praktis adalah menyewa kendaraan atau menggunakan jasa sopir lokal.

Selama festival, Anda dapat mencicipi berbagai makanan khas Bali dan Bangli.
Loloh Cemcem menjadi minuman khas desa yang menyegarkan dengan rasa asam, manis, dan sedikit pedas. Selain itu, terdapat Tipat Cantok yang berisi ketupat dan sayuran dengan saus kacang khas Bali.
Anda juga dapat mencoba Suweg Cake yang terbuat dari umbi suweg dengan kelapa parut dan gula aren, serta Sate Lilit yang merupakan salah satu makanan ikonik Bali.
Hidangan populer seperti Babi Guling dan Ayam Betutu juga banyak tersedia di area festival, biasanya disajikan dengan nasi, lawar, dan sambal matah.
Sebagai camilan, Jaje Bali seperti klepon, laklak, dan pisang rai bisa menjadi pilihan yang pas saat menikmati suasana festival.
Khusus untuk Anda yang mau menikmati babi guling di daerah Bali lainnya, intip daftar rekomendasi kami di sini:
5 Rekomendasi Babi Guling di Seminyak, Bali [+Maps]
10 Rekomendasi Babi Guling di Canggu, Bali [+Maps]
10 Rekomendasi Babi Guling di Sanur, Bali [+Maps]
Pagi hari Anda dapat memulai dengan tiba di desa sekitar pukul 08.00 untuk menikmati suasana tenang dan menjelajahi rumah-rumah tradisional.
Menjelang siang, Anda bisa mengunjungi hutan bambu dan mencoba berbagai makanan lokal.
Siang hingga sore hari menjadi waktu terbaik untuk mengikuti workshop serta menyaksikan pawai budaya dan pertunjukan seni.
Menjelang malam, Anda bisa menikmati suasana golden hour sebelum akhirnya kembali meninggalkan desa sebelum area parkir mulai padat.
Datang lebih awal agar bisa menikmati suasana desa dengan lebih tenang. Gunakan alas kaki yang nyaman karena Anda akan banyak berjalan.
Bawa botol minum sendiri untuk mengurangi sampah plastik. Siapkan uang tunai untuk kebutuhan kecil.
Hormati budaya lokal dan selalu minta izin sebelum memotret warga. Pastikan juga Anda menjaga kebersihan selama berada di area desa.

Explore Bali with scooter
Jika Anda berencana mengunjungi Penglipuran Village Festival 2026, menyewa motor bisa menjadi pilihan paling praktis untuk mobilitas selama di Bali.
Dengan motor, Anda bisa lebih fleksibel menjelajahi berbagai destinasi di sekitar Bangli maupun wilayah Bali lainnya.
Cinchy menyediakan motor yang selalu dalam kondisi terawat, pilihan paket sewa harian hingga bulanan dengan harga terjangkau, serta layanan pelanggan yang siap membantu kapan saja. Selain itu, tersedia layanan antar jemput gratis di area Bandara Bali, Seminyak, dan sekitarnya untuk memudahkan perjalanan Anda.
Anda dapat memilih motor kategori Compact seperti Honda Scoopy dan Yamaha Fazzio, atau Comfort seperti Yamaha NMAX dan Honda PCX sesuai kebutuhan perjalanan Anda.
Siap menjelajahi Penglipuran Village dan sekitarnya dengan lebih mudah dan nyaman?
👉 Sewa motor di Cinchy sekarang, pesan lebih awal dan hemat 5% dengan kode promo EARLY5!
Penglipuran Village Festival adalah festival budaya tahunan di Desa Penglipuran, Bali, yang menampilkan seni tradisional, pertunjukan budaya, kuliner khas, serta kegiatan berbasis pelestarian lingkungan.
Festival ini akan diselenggarakan pada 9 hingga 11 Juli 2026 di Desa Penglipuran, Bangli, Bali.
Desa Penglipuran dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia dengan arsitektur tradisional yang terjaga, larangan kendaraan bermotor di area utama, serta komitmen kuat terhadap pelestarian budaya dan lingkungan.
Harga tiket mengikuti sistem paket kunjungan, dengan kisaran mulai dari Rp16.500 hingga Rp51.500 tergantung kategori pengunjung.
Pengunjung dapat menikmati pawai budaya, pertunjukan tari, workshop kerajinan, kuliner khas Bali, menjelajahi hutan bambu, serta berbagai aktivitas budaya lainnya.