

Jl. Plawa No.50, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
CALL US 24/7
(+62-851-7424-6249)
Tersalin!Bantuan & Dukungan
Partner Pembayaran
© 2026 HAK CIPTA CINCHY.
scroll for more! ⟶
Cinchy Blog / Tips Pencegahan Berkendara Aman Saat Jalan “Floating” di Musim Hujan Bali
Diterbitkan: 11 Feb 2026

By Ulfah Alifah
Travel Enthusiast

Gratis Pembatalan
Dukungan 24/7
Asuransi
Tanggal Mulai - Tanggal Selesai
Waktu Mulai
Waktu Selesai
Durasi
0 Hari
Musim hujan membuat Bali tampak lebih hijau dan udaranya lebih sejuk. Namun, bagi siapa pun yang biasa berkendara dengan motor, hujan juga membawa tantangan tersendiri—terutama risiko jalan yang terlihat “mengambang.” Jalan “floating” terjadi ketika hujan deras membuat air tergenang lebih cepat dibanding daya serap saluran air, membentuk genangan lebar dan permukaan jalan jadi licin.
Untuk para pengendara dan pelancong bermotor di Bali, memahami cara berkendara dengan aman saat hujan sangat penting.
Artikel ini berbagi tips praktis dan langkah pencegahan agar Anda tetap aman saat berkendara di musim hujan di Bali.
Iklim tropis Bali membuat musim hujan sering kali turun tiba-tiba dengan curah tinggi. Sistem drainase jalan kadang tidak cukup cepat menampung air, sehingga terbentuk genangan atau bahkan banjir dadakan, terutama di dataran rendah. Jalan “floating” adalah saat permukaan jalan tertutup air, sebagian atau seluruhnya.
Kondisi ini menyulitkan pengendara melihat lubang jalan atau permukaan tidak rata, serta meningkatkan risiko tergelincir.
Sebelum Anda berkendara:
Baca Juga:
18 Aplikasi yang Wajib Diunduh di Bali untuk Wisatawan Lokal dan Mancanegara
Air hujan di jalan membuat permukaan lebih licin. Berkendara dengan kecepatan lebih rendah memberi waktu lebih banyak untuk bereaksi terhadap bahaya. Khususnya saat mendekati persimpangan, tikungan, atau jalan menurun, laju rendah sangat membantu mencegah kehilangan kendali.
Jaga jarak setidaknya dua kali lebih jauh dari biasanya dengan kendaraan di depan. Jarak berhenti jadi lebih panjang di permukaan basah.
Hindari pengereman mendadak. Tekan rem depan dan belakang secara perlahan dan bersamaan. Rem mendadak pada jalan basah bisa membuat roda terkunci dan motor tergelincir.
Hindari membelokkan setang secara tiba-tiba, akselerasi mendadak, atau menikung secara kasar. Gerakan lembut dan perlahan menjaga keseimbangan dan kontrol motor.
Pasang ponsel di tempat yang disediakan agar kedua tangan tetap menggenggam setang. Cek peta hanya saat Anda sudah berhenti di tempat yang aman.
Hujan di Bali bisa turun dan berhenti secara tiba-tiba. Sebelum berangkat, cek dulu prakiraan cuaca.
Setelah selesai berkendara:
Berkendara motor di musim hujan Bali memang butuh perhatian dan persiapan ekstra, tapi sangat mungkin dilakukan dengan langkah yang tepat. Mulai dari periksa kondisi motor, rencanakan perjalanan sesuai cuaca, lalu berkendaralah dengan hati-hati. Pahami risiko jalan “floating” dan jangan tergesa-gesa. Dengan tips pencegahan di atas, Anda bisa menjelajahi Bali dengan aman dan nyaman, dalam segala cuaca.
Selalu utamakan keselamatan, nikmati indahnya Bali, dan ingat—kewaspadaan adalah pelindung terbaik Anda!