

Jl. Plawa No.50, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
CALL US 24/7
(+62-851-7424-6249)
Tersalin!Partner Pembayaran
© 2026 HAK CIPTA CINCHY.
scroll for more! ⟶
Cinchy Blog / 10 Desa Wisata di Bali yang Indah untuk Dijelajahi
Diterbitkan: 12 Oct 2026

By Syahrial Maulana Sudarto
Travel Enthusiast

Jawaban Cepat
“What are the best tourism villages to visit in Bali?”
Bali's tourism villages offer a closer look at the island's traditional architecture, cultural heritage, rural landscapes, and community-based tourism. From Penglipuran's traditional houses to Jatiluwih's scenic rice terraces and Pemuteran's coastal conservation, these ten villages reveal a different side of Bali beyond its famous beaches and resort areas.
Gratis Pembatalan
Dukungan 24/7
Asuransi
Tanggal Mulai - Tanggal Selesai
Waktu Mulai
Waktu Selesai
Durasi
0 Hari
Poin Penting:
Desa-desa tradisional di Bali menawarkan lebih dari sekadar pemandangan yang indah.
Setiap desa memiliki karakter tersendiri, mulai dari tradisi budaya yang diwariskan selama berabad-abad dan kerajinan tradisional hingga lanskap pertanian dan konservasi laut.
Berikut sepuluh desa wisata di Bali yang layak masuk dalam rencana perjalanan Anda untuk mengenal kekayaan budaya dan alam Pulau Dewata.

Desa Penglipuran merupakan salah satu desa adat paling terkenal di Bali. Desa ini dikenal dengan jalan-jalannya yang tertata rapi, gerbang rumah khas Bali, dan arsitektur tradisional yang masih terjaga.
Tata ruang permukimannya menciptakan suasana desa yang harmonis. Di dekatnya, terdapat hutan bambu yang juga menarik untuk dijelajahi.
Saat berkunjung, Anda dapat berjalan menyusuri jalur utama desa, melihat kompleks rumah tradisional, mengenal adat istiadat setempat, dan menikmati lingkungan hijau di sekitarnya.
Penglipuran juga mendapat pengakuan dari UN Tourism melalui program Best Tourism Villages pada 2023.
Desa ini cocok sebagai tujuan awal bagi wisatawan yang ingin mengenal desa adat Bali, pelestarian budaya, dan pariwisata berbasis masyarakat.
Setiap tahun, Penglipuran juga mengadakan acara Penglipuran Village Festival. Festival ini memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal berbagai aspek kehidupan dan budaya di desa wisata tersebut.
Perlu diingat bahwa Penglipuran tetap merupakan tempat tinggal masyarakat setempat. Hormati privasi warga dan ikuti arahan yang berlaku ketika memasuki pekarangan rumah atau area yang digunakan untuk kegiatan adat dan keagamaan.

credit: Wikimedia Commons - DayakSibiriak
Tenganan Pegringsingan dikenal dengan warisan budaya Bali Aga, tata ruang desa tradisional, dan kain tenun Gringsing yang khas.
Masyarakat Bali Aga memiliki tradisi dan karakter budaya yang dalam beberapa hal berbeda dari tradisi masyarakat di banyak wilayah Bali lainnya.
Salah satu hasil budaya paling menarik dari desa ini adalah kain Gringsing, yaitu kain tradisional yang dibuat menggunakan teknik tenun ikat ganda melalui proses yang rumit.
Pengunjung dapat melihat koleksi kerajinan lokal, mengamati kehidupan masyarakat desa, dan mengenal warisan budaya yang masih dijaga hingga sekarang.
Tenganan juga dikenal dengan tradisi Mekare-kare, yang sering disebut sebagai Perang Pandan.
Tradisi ini menjadi salah satu daya tarik budaya yang membedakan Tenganan dari desa-desa lainnya di Bali.
Jika ingin menyaksikan festival tersebut, pastikan Anda memeriksa jadwalnya melalui pengelola wisata atau pihak setempat. Tanggal pelaksanaan dan ketentuan kunjungan dapat berubah.
Bagi wisatawan yang ingin mengenal budaya Bali di luar kawasan resor populer, Tenganan menawarkan pengalaman yang menarik untuk memahami keragaman tradisi di Pulau Dewata.

Jatiluwih terkenal dengan hamparan sawah terasering hijau yang membentang di kawasan pedesaan dengan latar perbukitan.
Tampilan lanskapnya berubah mengikuti musim tanam, sehingga kawasan ini menarik untuk fotografi, berjalan kaki, maupun bersepeda.
Keistimewaan Jatiluwih tidak hanya terletak pada pemandangan sawahnya. Kawasan ini juga berkaitan erat dengan Subak, sistem irigasi tradisional Bali yang dikelola secara kolektif oleh masyarakat.
Jatiluwih merupakan bagian dari Lanskap Budaya Provinsi Bali yang diakui UNESCO. Pengakuan ini mencerminkan hubungan antara pertanian, pengelolaan air, tradisi keagamaan, dan kehidupan masyarakat setempat.
Pengunjung dapat menjelajahi jalur pejalan kaki yang tersedia, menikmati pemandangan persawahan, serta mengenal cara petani setempat merawat lanskap tersebut.
Jatiluwih sangat cocok bagi wisatawan yang menyukai aktivitas luar ruang dan suasana pedesaan yang tenang.
Agar kunjungan lebih nyaman, periksa kondisi cuaca dan pilih waktu yang sesuai untuk berjalan kaki. Tetaplah berada di jalur yang diizinkan dan hindari menginjak area persawahan karena lahan tersebut masih digunakan untuk kegiatan pertanian, bukan sekadar tempat berfoto.

Credit: Wikimedia Commons - Ennio morricone
Terletak di pesisir barat laut Bali, Pemuteran merupakan desa wisata yang dikenal dengan suasana pantainya yang tenang, pemandangan pegunungan, dan berbagai inisiatif konservasi laut.
Desa ini menawarkan pengalaman yang berbeda dari kawasan pantai di Bali selatan yang cenderung lebih ramai.
Pemuteran khususnya dikenal dengan proyek restorasi terumbu karang Biorock. Teknologi ini menggunakan struktur khusus dan proses elektrolisis untuk membantu mendukung pertumbuhan karang dalam kondisi yang sesuai.
Selain konservasi laut, kawasan ini juga menarik bagi wisatawan yang ingin melakukan snorkeling, diving, atau mengikuti kegiatan ekowisata pesisir.
Anda dapat bersantai di sekitar pantai, mengatur aktivitas wisata laut dengan operator setempat, atau mencari tahu lebih banyak mengenai upaya konservasi yang dilakukan masyarakat.
Namun, kondisi laut, jarak pandang di bawah air, dan ketersediaan aktivitas dapat dipengaruhi cuaca serta pengaturan dari operator. Sebaiknya periksa informasi tersebut sebelum memesan kegiatan.
Pemuteran menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan alam sekaligus mengenal pentingnya pelestarian lingkungan.
Kehadiran desa ini juga membuat daftar desa wisata di Bali semakin beragam, karena tidak hanya berfokus pada budaya pedesaan dan persawahan, tetapi juga mencakup wisata pesisir.

Credit: Wikimedia Commons - Anomdwijakanta
Carangsari memadukan suasana pedesaan dengan nilai sejarah dan budaya yang menarik.
Desa ini memiliki kaitan sejarah dengan I Gusti Ngurah Rai, salah satu pahlawan nasional Indonesia. Pengunjung dapat mengenal sejarah lokal sekaligus menikmati berbagai daya tarik di kawasan pedesaan.
Bergantung pada ketersediaan kegiatan, Anda dapat mengunjungi situs bersejarah, mengenal seni pertunjukan tradisional, atau mengatur pengalaman wisata yang berkaitan dengan pertanian dan produksi pangan lokal.
Pemandangan di sekitarnya menawarkan suasana yang lebih tenang bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Bali di luar kawasan wisata yang sudah berkembang pesat.
Carangsari juga dapat menjadi titik awal untuk menjelajahi objek wisata alam di wilayah sekitarnya, termasuk aktivitas di kawasan Sungai Ayung yang perlu diatur melalui operator yang sesuai.
Agar kunjungan lebih bermakna, pertimbangkan untuk mengikuti tur bersama pemandu lokal yang dapat menjelaskan sejarah desa dan kehidupan masyarakatnya saat ini.
Dengan begitu, Anda dapat mengenal Carangsari lebih jauh, bukan hanya menjadikannya tempat singgah untuk menikmati pemandangan.
Baca Juga:
15 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Bali Terbaik untuk Dibawa Pulang
Daftar Tempat Oleh-oleh di Seminyak, Bali
10 Rekomendasi Tempat Oleh-oleh di Canggu, Bali
10 Tempat Oleh-oleh di Sanur Bali yang Wajib Dikunjungi

Credit: Wikimedia Commons - っ
Desa Mas dikenal luas sebagai pusat seni ukir kayu tradisional Bali.
Warisan seninya menjadikan desa ini menarik bagi wisatawan yang ingin memahami keterampilan di balik berbagai patung dan karya dekoratif yang dapat ditemukan di seluruh Bali.
Pengunjung dapat menjelajahi bengkel seni dan galeri, melihat perajin bekerja jika kunjungan diizinkan, serta mengenal teknik yang digunakan untuk mengubah kayu menjadi patung dan ornamen dengan detail yang rumit.
Beberapa bengkel juga mungkin menyediakan demonstrasi atau pengalaman belajar yang perlu diatur sebelumnya.
Berbeda dari destinasi yang terkenal karena lanskap alamnya, Desa Mas memperlihatkan keindahan Bali melalui detail karya seni, keterampilan tradisional, dan orang-orang yang terus melestarikannya.
Jika Anda tertarik membeli suvenir budaya, pertimbangkan untuk membeli langsung dari perajin lokal jika memungkinkan.
Anda juga dapat bertanya mengenai bahan dan proses pembuatannya.
Luangkan waktu untuk mengapresiasi proses kreatif tersebut, alih-alih hanya menjadikan desa ini sebagai tempat singgah untuk berbelanja.

Credit: Wikimedia Commons - Horst Emscher
Sidan menawarkan sisi lain kehidupan pedesaan Bali, dengan lanskap hijau, kegiatan pertanian, dan kesempatan untuk mengenal pariwisata berbasis masyarakat.
Suasana pedesaannya menjadikan desa ini pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin beristirahat sejenak dari kawasan wisata yang ramai dan padat pembangunan.
Kissidan Eco Hill dikenal dengan kegiatan yang berorientasi pada alam dan edukasi pertanian, termasuk pengalaman yang berkaitan dengan pertanian organik.
Bergantung pada pengaturan yang tersedia, pengunjung mungkin dapat menikmati pemandangan di sekitarnya dan mempelajari pendekatan pertanian serta keberlanjutan yang diterapkan masyarakat.
Daya tarik Sidan terletak pada perpaduan antara lanskap alam dan kehidupan sehari-hari masyarakat pedesaan.
Kunjungan ke desa ini tidak hanya berfokus pada tempat terkenal, tetapi juga memberi kesempatan untuk memahami hubungan antara masyarakat lokal dan lingkungan tempat mereka tinggal.
Periksa akses, ketentuan kunjungan, serta ketersediaan aktivitas sebelum berangkat, terutama jika Anda ingin mengunjungi objek wisata tertentu.
Mengikuti kegiatan bersama pemandu lokal juga dapat membantu Anda memahami konteks pertanian dan budaya di kawasan ini.

Credit: Wikimedia Commons - Chainwit
Batuan dikenal dengan seni tradisional Bali, khususnya gaya lukisan khas yang berkembang di desa tersebut.
Identitas budayanya juga mencakup arsitektur tradisional, seni ukir kayu, dan seni pertunjukan.
Wisatawan dapat mencari studio seni lokal, mengamati teknik melukis jika pemilik bengkel menerima pengunjung, serta menjelajahi detail arsitektur yang mencerminkan warisan budaya Bali.
Desa ini menarik bagi siapa pun yang ingin melihat bagaimana tradisi seni terus menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.
Pengalaman di Batuan berbeda dari desa wisata yang lebih dikenal karena sawah terasering atau pemandangan pantainya.
Keindahannya dapat ditemukan pada detail bangunan tradisional, karya seni yang rumit, dan ruang kreatif tempat para seniman berkarya.
Ketika mengunjungi pura atau menghadiri kegiatan budaya, ikuti ketentuan berpakaian yang berlaku. Mintalah izin sebelum memotret warga, upacara keagamaan, atau area pribadi.
Langkah sederhana tersebut membantu menjaga agar kegiatan wisata budaya tetap menghormati masyarakat setempat.

Credit: tarovillageexperience.com
Taro merupakan desa wisata pedesaan yang dikenal dengan lingkungan hijau, warisan budaya, serta pelestarian Sapi Putih Taro yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat.
Desa ini memberikan kesempatan untuk mengenal hubungan antara alam, spiritualitas, dan kehidupan tradisional masyarakat Bali.
Pengunjung dapat mempelajari warisan lokal, menjelajahi area desa yang diizinkan, dan mengenal nilai budaya Sapi Putih Taro.
Pura Agung Gunung Raung juga menjadi salah satu tempat penting yang berkaitan dengan sejarah spiritual Desa Taro.
Kunjungan ke desa ini sebaiknya dilakukan dengan rasa ingin tahu sekaligus sikap menghormati tradisi setempat.
Tempat suci dan praktik budaya tertentu mungkin memiliki aturan khusus, sehingga tidak semua area atau kegiatan terbuka untuk wisatawan.
Taro sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menggabungkan wisata alam dan warisan budaya dalam satu perjalanan.
Alih-alih hanya menjadikannya sebagai objek wisata untuk berfoto, pertimbangkan untuk mengikuti pengalaman wisata terorganisasi yang menjelaskan tradisi dan upaya pelestarian di desa tersebut.

Credit: Wikimedia Commons - Yusuf IJsseldijk
Desa Trunyan terletak di tepi Danau Batur dan dikenal dengan warisan budaya Bali Aga, tradisi khas masyarakatnya, serta pemandangan danau yang dikelilingi pegunungan.
Lanskap di sekitarnya memberikan pengalaman visual yang berbeda dari desa pesisir dan kawasan resor di Bali selatan.
Salah satu tradisi Trunyan yang banyak dikenal adalah mepasah, yaitu praktik pemakaman khas yang dijalankan oleh masyarakat setempat.
Tradisi ini perlu dipahami dalam konteks budaya dan spiritual masyarakatnya, bukan dijadikan tontonan semata.
Pengunjung dapat menikmati pemandangan di sekitar Danau Batur sekaligus mengenal tradisi lokal melalui panduan yang sesuai.
Perjalanan menggunakan perahu atau kunjungan ke area tertentu dapat bergantung pada pengaturan setempat, cuaca, dan aturan masyarakat. Karena itu, pastikan Anda mengonfirmasi detail kunjungan sebelum berangkat.
Trunyan menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin mengenal budaya Bali Aga dan warisan budaya Bali yang belum banyak diketahui.
Hormati arahan masyarakat, mintalah izin sebelum mengambil foto, dan patuhi pembatasan yang berlaku di tempat suci atau area yang sensitif secara budaya.
Desa wisata terbaik untuk dikunjungi bergantung pada pengalaman yang ingin Anda dapatkan. Beberapa desa lebih cocok untuk wisata budaya, sedangkan desa lainnya menarik bagi wisatawan yang menyukai lanskap pedesaan, lokakarya kerajinan, atau aktivitas pesisir.
| Minat wisata | Desa yang direkomendasikan | Hal yang bisa dinikmati |
| Arsitektur tradisional | Penglipuran | Kompleks rumah tradisional dan tata ruang desa |
| Warisan budaya | Tenganan Pegringsingan, Trunyan | Tradisi Bali Aga dan sejarah lokal |
| Sawah terasering dan pemandangan alam | Jatiluwih, Sidan | Lanskap pertanian dan suasana pedesaan |
| Ekowisata pesisir | Pemuteran | Konservasi laut dan kesempatan snorkeling |
| Kerajinan tradisional | Mas, Batuan, Tenganan | Seni ukir kayu, lukisan, dan kain tenun |
| Alam dan spiritualitas | Taro | Pemandangan pedesaan dan warisan budaya |
Jika waktu liburan Anda terbatas, prioritaskan desa-desa yang berada di kawasan yang sama atau berdekatan.
Sebagai contoh, Penglipuran dan Trunyan dapat dipertimbangkan saat menjelajahi kawasan Bangli yang lebih luas. Sementara itu, Mas, Batuan, Sidan, dan Taro bisa dimasukkan ke dalam rencana perjalanan di kawasan Gianyar, bergantung pada titik keberangkatan dan waktu tempuh.
Hindari mencoba mengunjungi kesepuluh desa dalam satu hari.
Dengan menyediakan waktu yang cukup di setiap destinasi, Anda dapat menikmati budaya lokal dengan lebih leluasa tanpa harus terburu-buru berpindah tempat.
Persiapan sederhana dapat membuat kunjungan Anda lebih nyaman sekaligus membantu menjaga kenyamanan masyarakat setempat.

Menjelajahi desa wisata di Bali akan terasa lebih praktis jika transportasi sudah Anda siapkan sebelum berangkat.
Cinchy menyediakan layanan rental motor dengan pemesanan online dan informasi ketersediaan secara real-time. Dengan begitu, Anda dapat memeriksa motor yang tersedia untuk tanggal perjalanan sebelum mengonfirmasi pemesanan.
Pilih kategori Compact atau Comfort sesuai kebutuhan dan preferensi berkendara Anda. Motor dirawat secara berkala, dan layanan pelanggan tersedia 24/7 untuk membantu menjawab pertanyaan terkait penyewaan.
Cinchy juga menyediakan opsi antar dan penjemputan di lokasi tertentu, termasuk layanan gratis di Bandara Bali dan Seminyak. Dengan begitu, Anda dapat memulai perjalanan dengan lebih praktis.
Sudah siap menjelajahi Bali di luar pantai-pantai populernya?
Pesan motor melalui Cinchy untuk memeriksa ketersediaan secara real-time, memilih kategori yang sesuai, dan mengatur layanan antar atau penjemputan.
👉 Sewa motor di Cinchy sekarang, pesan lebih awal dan hemat 5% dengan kode promo EARLY5!
Jika Anda masih ragu tentang langkah selanjutnya, jangan khawatir — kami siap membantu menjawab semua pertanyaan dan kekhawatiran Anda.
A tourism village in Bali is a village that offers visitors experiences based on local culture, natural surroundings, heritage, or community activities. These may include traditional architecture, local crafts, agricultural landscapes, and guided cultural experiences.
Penglipuran, Tenganan Pegringsingan, and Batuan are strong choices for travelers interested in traditional architecture, Bali Aga heritage, and local arts. Each offers a different perspective on Balinese culture.
Jatiluwih is famous for its rice terraces, Penglipuran for its traditional village setting and bamboo forest, and Pemuteran for its coastal scenery. Sidan and Taro are also options for travelers seeking rural landscapes.
Yes. Several villages can be visited on a day trip, depending on your starting point and itinerary. Grouping destinations in the same region is generally more practical than trying to visit all ten in one day.
Dress appropriately around sacred sites, follow local instructions, ask permission before taking photographs, and respect restrictions on ceremonies and private areas. Choosing local guides can also help you understand cultural practices more accurately.